Pages

Rabu, 20 April 2016

Mengerikan!! Dengan Berlumur Darah dan Pisau Lelaki ini Mengincar Muslim!


Ini merupakan kisah kejadian yang dinukilkan oleh akun facebook Adri Mustavidz. Alkisah ada seorang lelaki dengan pisau terhunus di tangan masuk ke mesjid dan berteriak,"Ada yang muslim tidak di sini??".  Senyap semua terdiam ketakutan. Hanya ada seorang kakek yang menjawab, "Ya. Aku orang muslim."
Dengan belati berkilat, orang itu menuju sang kakek dan mengapit lengannya, "Bisa ikut saya keluar," katanya. Lalu mereka keluar.

Tidak berapa jauh dari mesjid, mereka berhenti di sebuah rumah. "Kek, bisa bantu kami memotong hewan kurban ini, biar sah secara Islam?" pintanya sambil menunjuk kambing yang terikat dengan seutas tali dan sedang merumput. Sang kakek mengambil belati, dan mulai mencoba memotong kambing itu. Dengan tenaganya yang lemah, ia mainkan belati itu ke leher sang kambing. Darah merah muncrat, tapi si kambing meronta dengan kuat ke sana ke mari. "Ah, aku tak cukup kuat nak, coba kau panggil yang lain di mesjid," pintanya menyerah.

Si lelaki dengan pisau yang berlumuran darah kembali ke mesjid, dan berteriak, "Ada orang muslim lain lagi tidak di sini??!" Seluruh jemaah pucat basi, menyangka si lelaki ini pasti sudah membunuh sang kakek. Senyap, tapi semuanya kompak memandang ke satu arah yaitu sang Imam.

Sang Imam dengan gugup menjawab, "Untuk apa kalian semua memandang aku, hah??! Memangnya shalat dua rakaat saja sudah bikin aku muslim, apa?? !"

Catatan: kisah saya dapat dari Turki, dan saya rasa punya sentilan yang sangat dalam. Ia bukan sekedar lelucon, tapi mengingatkan kita bahwa tidak mentang-mentang kita beratribut Islam, sudah berarti kita muslim. -dengan sedikit perubahan


Sumber : 

Kamis, 14 April 2016

Macam-Macam Solawat Nabi dan Keutamaannya

Shalawat kepada Nabi Muhammad adalah salah satu bentuk kita cinta kepada beliau. Apa yang beliau perintahkan kepada kita semuanya merupakan ibadah. Shalawat yang kita ucapkan akan sampai kepada beliau. Betapa beliau sangat mencintai kita sebagai umatnya. Salah satu contohnya adalah ketika masa-masa di akhir hayatnya, yang beliau pikirkan bukan keluarganya, namun adalah umatnya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita juga mencintai beliau.
Sebenarnya menurut Ulama, ada banyak sekali macam solawat nabi, namun ini sya share beberapa saja, yg terpenting kita senantiasa mengamalkannya.

BERIKUT SOLAWAT NABI BESERTA KEUTAMAANNYA

Sholawat Ma’tsuroh
Shalawat ma’tsuroh adalah shalawat yang kalimat, cara membaca, waktu membaca serta keutamaannya sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri.

أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ

Artinya : “Ya Allah! Limpahkanlah sholawat kepada Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya”.


Sholawat Ibrohimiyah
Shalawat Ibrohimiyah memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.

Untuk mendapatkan rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat.
Untuk mendapatkan segala macam kebutuhan hidup dunia dan akhirat.
Untuk mendatangkan segala macam hajat dan dapat mempercepat tercapainya semua cita-cita.
Untuk menarik dan memperluas rizki dengan sebanyak-banyaknya.
Untuk mendapatkan kewibawaan yang sangat besar terhadap orang lain.
اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أَٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Artinya : “Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Muhammad dan keluargan Muhammad, sebagaiman yang telah Engkau limpahkan pada Ibrahim dan keluarganya, berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaiman Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”.


Sholawat Al-Fatih
Shalawat Al-Fatih memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.
Untuk bisa bertemu dengan Rasulullah SAW di dalam mimpi.
Untuk bisa bertemu dan berkumpul dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak.
Untuk menghilangkan segala kesempitan hidup dan segala urusan yang sulit.
Untuk mengahups dosa-dosa kecil.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِماَ سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلٰى صِرَاطِكَ الْمُسْـتَقِيْمِ. صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ

Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad SAW, sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung”.

Shalawat Quthbul Aqthob
Shalawat Quthbul Aqthob memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.

Untuk menyembuhkan penyakit panas, pusimg, dan batuk.
Untuk menyembuhkan penyakit gila serta penyakit-penyakit lainnya.
اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلأَوَّلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلـمُرْسَلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ اْلأَعْلٰى إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنَ

Artinya : ”Ya Allah, berikan rahmat takdzim kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, di masa-masa permulaan dan berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, di masa-masa penghabisan dan berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan serta berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada orang-orang yang memiliki kemuliaan sampai hari kiamat“.


Shalawat Mukafaah
Shalawat Mukafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Yakni bisa mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عِلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مَقْبُوْلَةً تُـؤَدِّى بِهَا حَقَّهُ الْعَظِيْمِ

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang menjadi kekasih Allah SWT, yang luhur pangkatnya dan yang agung kemuliaannya, dan limpahkanlah pula atas keluarganya dan para sahabatnya”.

Demikian penjelasan mengenai macam-macam bacaan shalawat beserta keutamannya. Semoga bermanfaat ya, sekian dan terima kasih.


Sholawat Nariyah
Bismillahirahmanirahiim
Allaahumma sholi sholaatan kaamilataw wa sallim salaaman. Taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tan fariju bihil kurobu. Wa tuqdhoobihill hawaa iju wa tunaa lu bihirroghoo ibu, wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu biwaj hihil kariimi wa ‘alaa aalihii washosbihii fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’luu mi llaka, ya robbal ‘aalamiin. 
Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab Beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Faedah Shawalat Nariyah
Menurut para ulama, barang siapa yang membaca shalawat nariyah sehabis shalat fardhu sebanyak 11 kali, maka rezekinya tidak akan putus dan disamping itu akan mendapatkan pangkat kedudukan yang tinggi atau tingkatan orang kaya.

SHALAWAT MUNJIYAT

1. Barang siapa yang suka membaca sholawat Tunjina pada setiap hari sebanyak 500 kali,niscaya ALLAH akan mengabulkan semua hajatnya,baik hajat dunia maupun akhirat. Seperti umpamanya,minta kaya atau minta dikaruniai anak,maka akan segera terkabul.
 2. Sebagian Ulama berkata: Sesungguhnya sholawat Tunjina itu adalah sebagian dari gedung-gedung Arsy”.
 3. Barang siapa yang membaca sholawat Tunjina sebanyak 100 kali pada tengah malam setelah sholat Tahajud,maka apa yang di mintanya ALLAH akan segera mengabulkannya,suatu pengabulan yang lebih cepat dari pada kilat.

ALLAHHUMA SHOLIALLA SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLATAN TUNJINA BIHA MIN JAMIIL AHWALI WAL AFATI WATAQDHI LANA BIHA MIN JAMIIL HAJATI WATUTHAHHIRUNA BIHA MIN JAMIIS SAYYIATI WATARFAUNA BIHA INDAKA ALAD DARAJA TIWA TUBALLIGHUNA BIHA AQSHAL GHAYATI MIN JAMIIL KHAIRATI FILHAYATI WABADAL MAMAATI WASHALLALLAHU ALA KHAIRI KHALQIHI SAYYIDINA MUHAMMADDIN WAALA ALIHI WASHOHBIHI WASALAM.... 


Artinya :
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha  Kuasa atas segala sesuatu. 

Senin, 28 Maret 2016

Kenapa belum menikah juga?

Senin, 07 Maret 2016

BUKU YASIN [@mir.Net]

DOWNLOAD FILE LENGKAPNYA DIMARI :


Rabu, 27 Januari 2016

7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad

Assalamualaikum ....
Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak.
  1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
  2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
  3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
  4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
  5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
  6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
  7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat. (9kontroversi)
Nah, sekian 7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad, semoga bermanfaat dan semoga Allah meridhoi kita semua aaamiiiin....

Minggu, 05 April 2015

BACAAN BILAL UNTUK SHALAT JUM’AT BESERTA ARTINYA

BILAL UNTUK SHALAT JUM’AT BESERTA ARTINYA

Pertama    :  Bilal adzan
Kedua        :   Bilal berdiri di depan mimbar menghadap jama’ah  kemudian mengucapkan :

يَامَعَاشِرَالْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّهٗ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَاقُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ اَنْصِتْ وَاْلاِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ. اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

.
Artinya : Wahai sekalian orang-orang muslim dan segolongan orang-orang mukmin semoga Allah memberi rahmat kepada kalian, diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa beliau berkata : Rasulullah saw.bersabda : “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jum’at perhatikanlah; padahal Khatib sedang berkhutbah. Maka sungguh sia-sialah kamu. Perhatikanlah, dengarkanlah dan thaatlah kamu, semoga Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah, dengarkanlah dan thaatlah kamu, semoga Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah ! semoga kamu sekalian diberi rahmat.
Ketiga        :  Setelah khatib naik ke mimbar, Bilal mengucapkan doa sebagai berikut :

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya : Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan,  akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan  yang Maha Pengasih dari yang pengasih.
Keempat      : Bilal adzan yang kedua setelah Khatib mengucapkan salam.
Kelima          : Bilal membaca shalawat ketika Khatib duduk diantara dua khutbah.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Ya Allah, berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kita Nabi Muhammad.

Keenam       : Bilal membaca iqamah
Untuk Filenya silahkan di download di link di bawah ini :
 BILAL UNTUK SHALAT JUMAT.docx

Senin, 30 Maret 2015

BERJUTA PAHALA NIKAH


Siapa sih yang tak ingin menikah? Mengingat pahalanya yang berjuta, kebaikan demi kebaikan datang silih berganti, tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi ikhwan-akhwat yang merindukan pernikahan. Bayangkan, ketika sudah menikah, senantiasa ada yang mengingatkan ketika lupa, menasihati ketika lalai, memotivasi agar tekun dan istikomah beribadah serta meraih mimpi-mimpi besar.
Bukan hanya itu, bahkan menikah mampu memotivasi seorang mahasiswa untuk segera menyelesaikan skripsinya. Ia berani ijabsah sebelum mendapatkan ijasah demi menjaga kemuliaan dirinya. Intinya, menikah di jalan Allah SWT itu full pahala, full barokah, full keindahan dan kebaikan. Menikah itu benar-benar terasa indah dan indahnya benar-benar terasa.
Bila ikhwan-akhwat tahu betapa besar pahala yang dijanjikan Allah SWT kepada mereka yang menikah, tentu tak bijak rasanya bila menikah itu harus ditunda-tunda apalagi menunggu harus lulus kuliah dulu atau punya apa-apa dulu. Berikut adalah aliran deras pahala bagi ikhwan-akhwat yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya.
Pertama, menikah itu melengkapi agamanya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, ”Siapa yang menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).
Hadis di atas mestinya menjadi motivasi bagi ikhwan-akhwat untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Bayangkan, dalam Islam, tak ada yang mampu melengkapi separuh agama kecuali Allah SWT dengan menyegerakan menikah. Dengan menikah, Allah SWT melengkapi separuh agama hamba-Nya. Ini artinya, betapa besar perhatian Allah dan Rasul-Nya bagi setiap Muslim yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya. Jadi, jangan ragu dan segeralah menikah karena menikah itu melengkapi agama.
Kedua, menikah berarti menjaga kehormatan diri. Dalam sebuah hadis dijelaskan Rasulullah SAW bersabda, ”Wahai para pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi faraj (kemaluan). Dan siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Itulah janji Allah SWT bagi ikhwan akhwat yang menikah. Orang yang menikah berarti ia faham dan berusaha menjaga kehormatan dirinya. Dia begitu khawatir dengan pergaulan diluar sana yang jauh dari nilai-nilai islami. Karena kekhawatirannya itulah ia memutuskan untuk segera menikah. Ia yakin dengan menikahlah kehormatan dirinya akan terjaga dari lawan jenis yang harap ditatapnya dan lain sebagainya. Dengan menikah itu pula hatinya akan terjaga dari gangguan lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi, segeralah menikah sebab menikah berarti menjaga kehormatan diri dari kenistaan.
Ketiga, senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Segala sesuatu yang di dalamnya yang tidak mengandung Dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau dan permainan kecuali empat perkara yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245, Silsilah Al Hadits Ash Shohih no. 309).
Itulah di antara janji Allah SWT bagi mereka yang menikah. Ketika suami istri saling memandang, maka Allah SWT pun ridha melihat keduanya. Ketika keduanya saling berpegangan tangan, maka Allah SWT pun tersenyum dan menurunkan rahmat bagi keduanya. Singkatnya, apa pun yang dilakukan suami istri selama ini adalah kebaikan, pasti akan mengundang pahala dan ridha dari Allah SWT.
Keindahan-keindahan itu tentu tak berlaku bagi mereka yang memuaskan syahwatnya dengan pacaran tanpa ikatan yang sah, sebab pacaran adalah prilaku iblis yang bisa menjerumuskan pelakunya kepada neraka Jahannam. Pacaran hanya pelampisan nafsu untuk menuruti kehendak setan dan binatang. Jadi, menikahlah, karena menikah itu senda guraunya saja berbuah pahala.
Keempat, menggauli istri termasuk sedekah. Suatu hari, pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW bertanya, ”Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka?”
Nabi SAW bersabda, ”Bukankah Allah SWT telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian menggauli istri pun sedekah?” Mereka bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”
Nabi SAW menjawab, ”Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwat itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” Mereka menjawab, ”Ya, tentu?”
Beliau bersabda, ”Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala?” (Nabi SAW kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu bersabda, ”Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua rakaat Dhuha?”) (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).
Kelima, dengan menikah, adanya saling nasehat-menasehati. Menikah, membuka kesempatan ladang pahala yang luas untuk saling tawa shaubil haq wa tawa shaubis shabr ’nasihat-menasihati untuk menetapi kebenaran dan nasihat-menasihati untuk menetapi kesabaran’. Sungguh indah bukan? Saat pertama kali ijabsah diucapkan, maka setelah itu pahala akan terus mengalir ketika suami istri saling memberi nasihat dan motivasi agar lebih tekun dalam ibadah dan meraih kesuksesan. Yes…
Keenam, bisa mendakwahi orang yang dicintai. Dengan menikah, justeru peluang untuk mendakwahi orang yang dicintai (suami atau istri) semakin besar. Jika sebelum menikah hanya mampu memberi saran dan nasihat ala kadarnya, namun setelah menikah bisa saling mendakwahi dengan leluasa dan sepuas hati. Lebih dari itu, keduanya bisa saling melengkapi untuk program dakwah kepada keluarga keduanya dan orang lain.
Ketujuh, pahala memberi contoh yang baik. Dalam pernikahan, ada perlombaan dalam kebaikan di sana. Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun?” (HR. Muslim).
Bila seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya tentu pahala akan diberikan Allah SWT kepadanya. Sebaliknya, ketika seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya, tentu dosa akan ditanggungnya kelak di akhirat karena ia memberi teladan keburukan.
Kedelapan, seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama, dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW, bersabda, ”Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu?” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Seorang suami yang menafkahkan hartanya untuk keluarganya dari pada orang lain  tentu lebih utama karena beberapa alasan, di antaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajibannya, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.
Muawiyah bin Haidah ra., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Nabi SAW menjawab, ”Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Jangan kamu menjelekkan wajahnya, jangan kamu memukulnya, dan jangan kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka?” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, bila seorang suami tidak mau memberi nafkah kepada keluarganya, maka ia termasuk pelaku dosa. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang cukup dianggap berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang harus diberi belanja (dalam tanggungannya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, masih adakah yang meragukan janji Allah SWT yang akan diberikannya kepada orang yang menikah? Berjuta pahala itu akan Anda dapatkan setiap saat ketika Anda menikah semata-mata untuk meraih kesempurnaan dalam  beragama. Teruslah  berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pendamping hidup yang shalih / shalihah agar kelak bisa tetap bersama di surga-Nya. Wallahua’lam. (R2/IR