Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Kamis, 01 Desember 2016
Rabu, 20 April 2016
Mengerikan!! Dengan Berlumur Darah dan Pisau Lelaki ini Mengincar Muslim!
Dengan belati berkilat, orang itu menuju sang kakek dan mengapit lengannya, "Bisa ikut saya keluar," katanya. Lalu mereka keluar.
Tidak berapa jauh dari mesjid, mereka berhenti di sebuah rumah. "Kek, bisa bantu kami memotong hewan kurban ini, biar sah secara Islam?" pintanya sambil menunjuk kambing yang terikat dengan seutas tali dan sedang merumput. Sang kakek mengambil belati, dan mulai mencoba memotong kambing itu. Dengan tenaganya yang lemah, ia mainkan belati itu ke leher sang kambing. Darah merah muncrat, tapi si kambing meronta dengan kuat ke sana ke mari. "Ah, aku tak cukup kuat nak, coba kau panggil yang lain di mesjid," pintanya menyerah.
Si lelaki dengan pisau yang berlumuran darah kembali ke mesjid, dan berteriak, "Ada orang muslim lain lagi tidak di sini??!" Seluruh jemaah pucat basi, menyangka si lelaki ini pasti sudah membunuh sang kakek. Senyap, tapi semuanya kompak memandang ke satu arah yaitu sang Imam.
Sang Imam dengan gugup menjawab, "Untuk apa kalian semua memandang aku, hah??! Memangnya shalat dua rakaat saja sudah bikin aku muslim, apa?? !"
Catatan: kisah saya dapat dari Turki, dan saya rasa punya sentilan yang sangat dalam. Ia bukan sekedar lelucon, tapi mengingatkan kita bahwa tidak mentang-mentang kita beratribut Islam, sudah berarti kita muslim. -dengan sedikit perubahan
Sumber :
Kamis, 14 April 2016
Macam-Macam Solawat Nabi dan Keutamaannya
Shalawat kepada Nabi Muhammad adalah salah satu bentuk kita cinta kepada beliau. Apa yang beliau perintahkan kepada kita semuanya merupakan ibadah. Shalawat yang kita ucapkan akan sampai kepada beliau. Betapa beliau sangat mencintai kita sebagai umatnya. Salah satu contohnya adalah ketika masa-masa di akhir hayatnya, yang beliau pikirkan bukan keluarganya, namun adalah umatnya. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita juga mencintai beliau.
Sebenarnya menurut Ulama, ada banyak sekali macam solawat nabi, namun ini sya share beberapa saja, yg terpenting kita senantiasa mengamalkannya.
BERIKUT SOLAWAT NABI BESERTA KEUTAMAANNYA
أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ
Artinya : “Ya Allah! Limpahkanlah sholawat kepada Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya”.
Sholawat Ibrohimiyah
Shalawat Ibrohimiyah memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.
Untuk mendapatkan rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat.
Untuk mendapatkan segala macam kebutuhan hidup dunia dan akhirat.
Untuk mendatangkan segala macam hajat dan dapat mempercepat tercapainya semua cita-cita.
Untuk menarik dan memperluas rizki dengan sebanyak-banyaknya.
Untuk mendapatkan kewibawaan yang sangat besar terhadap orang lain.
اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أَٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Artinya : “Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Muhammad dan keluargan Muhammad, sebagaiman yang telah Engkau limpahkan pada Ibrahim dan keluarganya, berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaiman Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”.
Sholawat Al-Fatih
Sebenarnya menurut Ulama, ada banyak sekali macam solawat nabi, namun ini sya share beberapa saja, yg terpenting kita senantiasa mengamalkannya.
BERIKUT SOLAWAT NABI BESERTA KEUTAMAANNYA
Sholawat Ma’tsuroh
Shalawat ma’tsuroh adalah shalawat yang kalimat, cara membaca, waktu membaca serta keutamaannya sudah diajarkan oleh Rasulullah SAW sendiri.أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحّمَّدٍ نِالنَّـبِىِ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ وَسَلِّمْ
Artinya : “Ya Allah! Limpahkanlah sholawat kepada Muhammad yang tiada dapat membaca dan menulis (Ummy) dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarganya”.
Sholawat Ibrohimiyah
Shalawat Ibrohimiyah memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.
Untuk mendapatkan rahmat dan keselamatan dunia dan akhirat.
Untuk mendapatkan segala macam kebutuhan hidup dunia dan akhirat.
Untuk mendatangkan segala macam hajat dan dapat mempercepat tercapainya semua cita-cita.
Untuk menarik dan memperluas rizki dengan sebanyak-banyaknya.
Untuk mendapatkan kewibawaan yang sangat besar terhadap orang lain.
اَللّـٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أَٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِى الْعٰلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Artinya : “Ya Allah, limpahkan sholawat kepada Muhammad dan keluargan Muhammad, sebagaiman yang telah Engkau limpahkan pada Ibrahim dan keluarganya, berkatilah Muhammad dan keluarganya sebagaiman Engkau memberkati Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia”.
Sholawat Al-Fatih
Shalawat Al-Fatih memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.
Untuk bisa bertemu dengan Rasulullah SAW di dalam mimpi.
Untuk bisa bertemu dan berkumpul dengan Rasulullah SAW di akhirat kelak.
Untuk menghilangkan segala kesempitan hidup dan segala urusan yang sulit.
Untuk mengahups dosa-dosa kecil.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَلْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِماَ سَبَقَ وَالنَّاصِرِ الْحَقَّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلٰى صِرَاطِكَ الْمُسْـتَقِيْمِ. صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَعَلٰى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ
Artinya: “Ya Allah limpahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah kepada nabi Muhammad SAW, sebagai pemuka sesuatu yang terkunci, dan penutup sesuatu (para nabi) yang terdahulu, dialah penolong yang benar dengan membawa kebenaran serta petunjuk menuju jalan-Mu yang lurus. Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada keluarga dan para sahabatnya dengan sebenar-benarnya dengan pangkat dan kedudukan yang agung”.
Shalawat Quthbul Aqthob
Shalawat Quthbul Aqthob memiliki keutamaan antara lain sebagai berikut.
Untuk menyembuhkan penyakit panas, pusimg, dan batuk.
Untuk menyembuhkan penyakit gila serta penyakit-penyakit lainnya.
اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلأَوَّلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلآخِرِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى اْلـمُرْسَلِيْنَ وَصَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ فِى الْمَلَإِ اْلأَعْلٰى إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنَ
Artinya : ”Ya Allah, berikan rahmat takdzim kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, di masa-masa permulaan dan berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW, di masa-masa penghabisan dan berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai utusan serta berikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada orang-orang yang memiliki kemuliaan sampai hari kiamat“.
Shalawat Mukafaah
Shalawat Mukafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Yakni bisa mendapat syafaat dari Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.
اَللّٰـهُمَّ صَلِّ عِلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً دَائِمَةً مَقْبُوْلَةً تُـؤَدِّى بِهَا حَقَّهُ الْعَظِيْمِ
Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat, salam dan berkah kepada junjungan kita Muhammad SAW yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang menjadi kekasih Allah SWT, yang luhur pangkatnya dan yang agung kemuliaannya, dan limpahkanlah pula atas keluarganya dan para sahabatnya”.
Demikian penjelasan mengenai macam-macam bacaan shalawat beserta keutamannya. Semoga bermanfaat ya, sekian dan terima kasih.
Sholawat Nariyah
Bismillahirahmanirahiim
Allaahumma sholi sholaatan kaamilataw wa sallim salaaman. Taamman ‘alaa sayyidinaa Muhammadinilladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tan fariju bihil kurobu. Wa tuqdhoobihill hawaa iju wa tunaa lu bihirroghoo ibu, wa husnul khowaatimi wa yustasqol ghomaamu biwaj hihil kariimi wa ‘alaa aalihii washosbihii fii kulli lamhatin wa hafasim bi’adadi kulli ma’luu mi llaka, ya robbal ‘aalamiin.
Artinya :
Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab Beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujan pun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.
Faedah Shawalat Nariyah
Menurut para ulama, barang siapa yang membaca shalawat nariyah sehabis shalat fardhu sebanyak 11 kali, maka rezekinya tidak akan putus dan disamping itu akan mendapatkan pangkat kedudukan yang tinggi atau tingkatan orang kaya.
SHALAWAT MUNJIYAT
1. Barang siapa yang suka membaca sholawat Tunjina pada setiap hari sebanyak 500 kali,niscaya ALLAH akan mengabulkan semua hajatnya,baik hajat dunia maupun akhirat. Seperti umpamanya,minta kaya atau minta dikaruniai anak,maka akan segera terkabul.
2. Sebagian Ulama berkata: Sesungguhnya sholawat Tunjina itu adalah sebagian dari gedung-gedung Arsy”.
3. Barang siapa yang membaca sholawat Tunjina sebanyak 100 kali pada tengah malam setelah sholat Tahajud,maka apa yang di mintanya ALLAH akan segera mengabulkannya,suatu pengabulan yang lebih cepat dari pada kilat.
ALLAHHUMA SHOLIALLA SAYYIDINA MUHAMMAD SHOLATAN TUNJINA BIHA MIN JAMIIL AHWALI WAL AFATI WATAQDHI LANA BIHA MIN JAMIIL HAJATI WATUTHAHHIRUNA BIHA MIN JAMIIS SAYYIATI WATARFAUNA BIHA INDAKA ALAD DARAJA TIWA TUBALLIGHUNA BIHA AQSHAL GHAYATI MIN JAMIIL KHAIRATI FILHAYATI WABADAL MAMAATI WASHALLALLAHU ALA KHAIRI KHALQIHI SAYYIDINA MUHAMMADDIN WAALA ALIHI WASHOHBIHI WASALAM....
Artinya :
Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw, yang dengan rahmat itu Engkau akan menyelamatkan kita dari semua keadaan yang mendebarkan dan dari semua cobaan yang dengan rahmat itu Engkau akan mendatangkan kepada kita hajat, Yang dengan rahmat itu Engkau akan membersihkan kita dari semua keburukan/kesalahan. Yang dengan rahmat itu Engkau akan mengangkat kita kepada setinggi-tinggi derajat.Yang dengan rahmat itu pula Engkau akan menyampaikan kita kepada sesempurna-sempurnanya semua maksud dari semua kebaikan pada waktu hidup dan setelah mati, karena sesungguhnya Engkaulah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Senin, 28 Maret 2016
Senin, 07 Maret 2016
Rabu, 27 Januari 2016
7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad
Assalamualaikum ....
Dalam kehidupan berkeluarga, setiap orang tua tentu mengharapkan anak-anaknya dapat tumbuh menjadi anak-anak yang baik, dapat dibanggakan dan mempunyai karakter atau sifat-sifat yang positif dalam segala hal. Kebanyakan orang tua akan melakukan segalanya demi membahagiakan anak-anak mereka dengan memberikan segalanya yang mereka inginkan, namun ternyata hal ini tidak selalu baik dalam proses mendidik anak.
- Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
- Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
- Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
- Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
- Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
- Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya kepribadianmu. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
- Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat. (9kontroversi)
Nah, sekian 7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustdz Farid Ahmad, semoga bermanfaat dan semoga Allah meridhoi kita semua aaamiiiin....
Minggu, 05 April 2015
BACAAN BILAL UNTUK SHALAT JUM’AT BESERTA ARTINYA
BILAL UNTUK SHALAT JUM’AT BESERTA ARTINYA
Pertama : Bilal adzan
Kedua : Bilal berdiri di depan mimbar menghadap jama’ah kemudian mengucapkan :
يَامَعَاشِرَالْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّهٗ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَاقُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ اَنْصِتْ وَاْلاِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ. اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
.
Artinya : Wahai sekalian orang-orang muslim dan segolongan orang-orang mukmin semoga Allah memberi rahmat kepada kalian, diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa beliau berkata : Rasulullah saw.bersabda : “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jum’at perhatikanlah; padahal Khatib sedang berkhutbah. Maka sungguh sia-sialah kamu. Perhatikanlah, dengarkanlah dan thaatlah kamu, semoga Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah, dengarkanlah dan thaatlah kamu, semoga Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah ! semoga kamu sekalian diberi rahmat.
Ketiga : Setelah khatib naik ke mimbar, Bilal mengucapkan doa sebagai berikut :
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya : Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan, akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang pengasih.
Keempat : Bilal adzan yang kedua setelah Khatib mengucapkan salam.
Kelima : Bilal membaca shalawat ketika Khatib duduk diantara dua khutbah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Ya Allah, berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kita Nabi Muhammad.
Keenam : Bilal membaca iqamah
Untuk Filenya silahkan di download di link di bawah ini :
Senin, 30 Maret 2015
BERJUTA PAHALA NIKAH
Siapa sih yang tak ingin menikah? Mengingat pahalanya yang berjuta, kebaikan demi kebaikan datang silih berganti, tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi ikhwan-akhwat yang merindukan pernikahan. Bayangkan, ketika sudah menikah, senantiasa ada yang mengingatkan ketika lupa, menasihati ketika lalai, memotivasi agar tekun dan istikomah beribadah serta meraih mimpi-mimpi besar.
Bukan hanya itu, bahkan menikah mampu memotivasi seorang mahasiswa untuk segera menyelesaikan skripsinya. Ia berani ijabsah sebelum mendapatkan ijasah demi menjaga kemuliaan dirinya. Intinya, menikah di jalan Allah SWT itu full pahala, full barokah, full keindahan dan kebaikan. Menikah itu benar-benar terasa indah dan indahnya benar-benar terasa.
Bila ikhwan-akhwat tahu betapa besar pahala yang dijanjikan Allah SWT kepada mereka yang menikah, tentu tak bijak rasanya bila menikah itu harus ditunda-tunda apalagi menunggu harus lulus kuliah dulu atau punya apa-apa dulu. Berikut adalah aliran deras pahala bagi ikhwan-akhwat yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya.
Pertama, menikah itu melengkapi agamanya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, ”Siapa yang menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).
Hadis di atas mestinya menjadi motivasi bagi ikhwan-akhwat untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Bayangkan, dalam Islam, tak ada yang mampu melengkapi separuh agama kecuali Allah SWT dengan menyegerakan menikah. Dengan menikah, Allah SWT melengkapi separuh agama hamba-Nya. Ini artinya, betapa besar perhatian Allah dan Rasul-Nya bagi setiap Muslim yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya. Jadi, jangan ragu dan segeralah menikah karena menikah itu melengkapi agama.
Kedua, menikah berarti menjaga kehormatan diri. Dalam sebuah hadis dijelaskan Rasulullah SAW bersabda, ”Wahai para pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi faraj (kemaluan). Dan siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Itulah janji Allah SWT bagi ikhwan akhwat yang menikah. Orang yang menikah berarti ia faham dan berusaha menjaga kehormatan dirinya. Dia begitu khawatir dengan pergaulan diluar sana yang jauh dari nilai-nilai islami. Karena kekhawatirannya itulah ia memutuskan untuk segera menikah. Ia yakin dengan menikahlah kehormatan dirinya akan terjaga dari lawan jenis yang harap ditatapnya dan lain sebagainya. Dengan menikah itu pula hatinya akan terjaga dari gangguan lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi, segeralah menikah sebab menikah berarti menjaga kehormatan diri dari kenistaan.
Ketiga, senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Segala sesuatu yang di dalamnya yang tidak mengandung Dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau dan permainan kecuali empat perkara yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245, Silsilah Al Hadits Ash Shohih no. 309).
Itulah di antara janji Allah SWT bagi mereka yang menikah. Ketika suami istri saling memandang, maka Allah SWT pun ridha melihat keduanya. Ketika keduanya saling berpegangan tangan, maka Allah SWT pun tersenyum dan menurunkan rahmat bagi keduanya. Singkatnya, apa pun yang dilakukan suami istri selama ini adalah kebaikan, pasti akan mengundang pahala dan ridha dari Allah SWT.
Keindahan-keindahan itu tentu tak berlaku bagi mereka yang memuaskan syahwatnya dengan pacaran tanpa ikatan yang sah, sebab pacaran adalah prilaku iblis yang bisa menjerumuskan pelakunya kepada neraka Jahannam. Pacaran hanya pelampisan nafsu untuk menuruti kehendak setan dan binatang. Jadi, menikahlah, karena menikah itu senda guraunya saja berbuah pahala.
Keempat, menggauli istri termasuk sedekah. Suatu hari, pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW bertanya, ”Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka?”
Nabi SAW bersabda, ”Bukankah Allah SWT telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian menggauli istri pun sedekah?” Mereka bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”
Nabi SAW menjawab, ”Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwat itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” Mereka menjawab, ”Ya, tentu?”
Beliau bersabda, ”Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala?” (Nabi SAW kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu bersabda, ”Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua rakaat Dhuha?”) (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).
Kelima, dengan menikah, adanya saling nasehat-menasehati. Menikah, membuka kesempatan ladang pahala yang luas untuk saling tawa shaubil haq wa tawa shaubis shabr ’nasihat-menasihati untuk menetapi kebenaran dan nasihat-menasihati untuk menetapi kesabaran’. Sungguh indah bukan? Saat pertama kali ijabsah diucapkan, maka setelah itu pahala akan terus mengalir ketika suami istri saling memberi nasihat dan motivasi agar lebih tekun dalam ibadah dan meraih kesuksesan. Yes…
Keenam, bisa mendakwahi orang yang dicintai. Dengan menikah, justeru peluang untuk mendakwahi orang yang dicintai (suami atau istri) semakin besar. Jika sebelum menikah hanya mampu memberi saran dan nasihat ala kadarnya, namun setelah menikah bisa saling mendakwahi dengan leluasa dan sepuas hati. Lebih dari itu, keduanya bisa saling melengkapi untuk program dakwah kepada keluarga keduanya dan orang lain.
Ketujuh, pahala memberi contoh yang baik. Dalam pernikahan, ada perlombaan dalam kebaikan di sana. Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun?” (HR. Muslim).
Bila seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya tentu pahala akan diberikan Allah SWT kepadanya. Sebaliknya, ketika seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya, tentu dosa akan ditanggungnya kelak di akhirat karena ia memberi teladan keburukan.
Kedelapan, seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama, dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW, bersabda, ”Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu?” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Seorang suami yang menafkahkan hartanya untuk keluarganya dari pada orang lain tentu lebih utama karena beberapa alasan, di antaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajibannya, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.
Muawiyah bin Haidah ra., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Nabi SAW menjawab, ”Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Jangan kamu menjelekkan wajahnya, jangan kamu memukulnya, dan jangan kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka?” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, bila seorang suami tidak mau memberi nafkah kepada keluarganya, maka ia termasuk pelaku dosa. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang cukup dianggap berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang harus diberi belanja (dalam tanggungannya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, masih adakah yang meragukan janji Allah SWT yang akan diberikannya kepada orang yang menikah? Berjuta pahala itu akan Anda dapatkan setiap saat ketika Anda menikah semata-mata untuk meraih kesempurnaan dalam beragama. Teruslah berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pendamping hidup yang shalih / shalihah agar kelak bisa tetap bersama di surga-Nya. Wallahua’lam. (R2/IR
Rabu, 11 Februari 2015
Carilah Kaya dengan Nikah
Sebagian pemuda begitu khawatir untuk menikah karena khawatir dalam hal rizki. Padahal saat ini ia telah berpenghasilan cukup, sudah bisa ditakar ia dapat menghidupi seorang istri. Namun begitulah, kekhawatiran demi kekhawatiran terus menghantuinya sehingga ia pun mengulur waktu untuk segera menikah. Padahal janji Allah itu pasti, Dia akan mencukupi kita jika kita miskin. Karena kita harus yakin bahwa Allah-lah pemberi rizki setelah kita melakukan usaha.
Ayat yang bisa menjadi renungan adalah firman Allah Ta’ala,
وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).
Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya, bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?
Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
التمسوا الغنى في النكاح
“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas). Lihatlah pemahaman cemerlang dari seorang Ibnu Mas’ud karena yakin akan janji Allah.
Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,
وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?
Patut dipahami …
Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,
يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
“Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari). Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 48)
Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ »
“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah tidak pernah berkurang karenanya.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993).
Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.” (Fathul Bari, 13: 395)
Dengan merenungkan hal ini, semoga Allah memberi taufik pada Anda yang masih ragu untuk menikah untuk segera menuju pelaminan. Berusahalah dalam mengais rizki dan tawakkal pada Allah, niscaya akan selalu ada jalan keluar. Barangkali di awal nikah atau ingin beranjak, Anda akan penuh rasa khawatir atau merasa berat dalam hidup. Namun jika Anda yakin terhadap hal di atas, niscaya kekhawatiran akan beralih menjadi percaya dan rizki pun akan datang dengan mudah, asalkan berusaha dan terus bekerja demi menghidupi keluarga. Later on … Trust in the promise of Allah! Believe and always believe.
Wallahu waliyyut taufiq.
@ Ummul Hamam, Riyadh KSA, 25 Dzulhijjah 1432 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.remajaislam.com , dipublish ulang oleh www.rumaysho.com
Minggu, 08 Februari 2015
Nama-Nama yang Dilarang Digunakan Dalam Islam
Nama merupakan doa yang bisa mempengaruhi gambaran bagi sifat, gaya hidup dan pemikiran. Nama seperti Rozana, Suzana atau yang menggunakan nama ‘zana’, bunyinya memang enak didengar dan disebutkan tapi maknanya ‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yang berarti ‘bersetubuh’. Jadi hindarilah memberi nama anak dengan nama-nama tersebut.
Dalam Islam juga terdapat beberapa nama yang sebaiknya dihindari untuk diberikan kepada putera-puteri anda kerana maknanya yang tidak baik, buruk dan bisa mendatangkan masalah di kemudian hari.
Kita tentu pernah mendengar ungkapan, "Apalah arti sebuah nama?" Bagi orang muslim nama sangatlah penting bagi diri seseorang karena nama adalah doa yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.
Berikut nama-nama yang sering digunakan yang ternyata merupakan nama-nama yang digunakan di kalangan kaum Jin:
1. Zaqwan/Zaquan – anak jin
2. Qistina/Kistina – penghulu jin
3. Balqis – ketua jin
4. Najwa – bisikan
5. Haikal/Haiqal – tengkorak
6. Badrisha/Badlisha/Herisha
Bagi mereka yang mempunyai nama-nama seperti di atas hendaknya diganti, namun jika tidak memungkinkan karena sudah tercatat di ijazah maupun akta kelahiran dan berkas-berkas administrasi lain tidak perlu untuk ganti nama tetapi cukup dengan mengganti nama panggilan.
Sebagai contoh, kalau nama Nur Najwa. Kalau selama ini nama panggilannya adalah Najwa, nama panggilannya cukup diganti menjadi Nur. Namun nama adalah doa, bisa terkabul maupun tidak. Sesungguhnya segala macam penyakit atau kejadian-kejadian buruk yang menimpa, semuanya datang dari Allah SWT. Bukan semata-mata akibat dari nama seseorang, semuanya ketentuan-Nya.
Hanya sebagai peringatan bagi para orang tua agar ketika memberi nama pada putra-putrinya hendaknya menghndari penggunaan nama-nama yang bermakna buruk.
Ibn Umar berkata: “Anak perempuan Umar dinamakan dengan nama ‘Asiah (wanita yang derhaka), lalu dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik).” (riwayat Tirmidzi dan Ibn Majah).
Disunatkan mengubah nama yang buruk atau yang tidak baik kerana Nabi SAW telah melakukannya kepada para sahabat baginda, di mana Rasulullah SAW pernah menukar nama seorang yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) kepada Abdullah. Ada yang bernama ‘Asi (yang durhaka) lalu ditukar menjadi Muti’ (yang taat).
Aishah r.a berkata: “Rasulullah telah menukar nama-nama yang buruk.” (riwayat Tirmidzi).”
Berikut adalah beberapa nama yang harus dihindari ketika menamai bayi anda :
A
Abiqah Hamba yang lari dari tuannya
Abkam Tidak celik, buta
Afinah Yang bodoh
Amah Hamba suruhan perempuan
Asiah Wanita yang durhaka
Asyar Paling jahat
Asyirah Yang tidak bersyukur atas nikmat
Aznie Aku berzina
B
Baghiah Yang zalim, jahat
Bahimah Binatang
Bakiah Yang menangis, merengek
Balidah Yang bodoh, bebal
Baqarah Lembu Betina
Batilah Yang batil, tidak benar
D
Dabbah Binatang
Dahisyah Goncang, stress
Dahriyah Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
Dami’ah Yang mengalir air matanya
Daniyah Yang lemah dan hina
Darakah Kedudukan yang rendah
F
Faji’ah Kecelakaan
Fajirah Yang jahat, yang berdosa
Fasidah Yang rusak, yang binasa
Fasiqah Yang jahat, si fasik
Fasyilah Gagal, kalah
G
Ghafilah Yang lalai, yang leka
Ghaibah Hilang
Ghailah Kecelakaan, bencana
Ghamitah Yang tidak mensyukuri nikmat
Ghasibah Perampas, perompak
Ghawiah Yang sesat, yang mengikut hawa nafsu
H
Haqidah Yang dengki
Hasidah Yang hasad
Hazinah Yang sedih
Huzn Kesedihan
J
Jafiah Yang tidak suka berkawan
Jariah Hamba suruhan perempuan
K
Kafirah Yang kafir, yang ingkar
Kaibah Yang sedih
Kamidah Yang hiba, yang sangat berduka
Kazibah Pendusta, pembohong
Khabithah Yang jahat, yang keji
Khali’ah Yang tidak segan silu, mengikut hawa nafsu
Khamrah Arak
Khasirah Yang rugi
Khati’ah Yang bersalah, yang berdosa
L
Laghiah Sia-sia, tidak berfaedah
Lahab Bara api
Lahifah Yang sedih, menyesal dan dizalimi
La’imah Yang tercela
Lainah Yang terkutuk
M
Majinah Yang bergurau senda tanpa perasaan malu
Majusiah Agama menyembah api atau matahari
Maridah Yang menderhaka
Munafikah Yang munafik
Musibah Celaka, bencana, kemalangan
N
Najisah Yang najis dan kotor
Nariah Api
Nasyizah Yang menderhaka dan melawan suami
Q
Qabihah Yang buruk, hodoh
Qasitah Yang melampaui batasan dan menyeleweng dari kebenaran
Qatilah Pembunuh
Qazurah Kejahatan, perzinaan
R
Rajimah Yang direjam, yang dilaknat
Razani Kepala zakar lelaki
Razi’ah Kecelakaan, musibah
Razilah Yang keji dan hina
S
Safih Insan Manusia bodoh
Safilah Yang rendah dan hina
Sahiah Yang pelupa
Sharrul / Sharru Jahat
Sakirah Pemabuk
Sakitah Yang jatuh, yang hina, yang jahat
Syafihah Yang bodoh
Syani’ah Yang buruk
Syaqiyah Yang menderita
Syaridah Yang diusir
Syariqah Pencuri
Syarisah Yang buruk akhlak
Syarrul Bariyyah Sejahat-jahat manusia
Syatimah Maki hamun
T
Tafihah Karut
Talifah Yang rosak, yang binasa
Talihah Yang tidak baik
Tarbiyah Yang papa kedana
Tarikah Anak dara tua
W
Wahiah Yang lemah, yang jatuh, yang buruk
Wahimah Yang lemah
Wahinah Penakut
Wailah Bencana, keburukan
Wajilah Penakut
Waqi’ah Pertempuran dalam peperangan, umpatan
Waqihah Yang kurang sopan dan malu
Wasikhah Yang kotor
Wasyiah Yang mengumpat, yang mengadu dombakan orang
Wati/Waty Nama Hindu/tiada makna
Wathy / Wathi Bersetubuh
Y
Yabisah Yang kering, yang sedikit kebaikannya
Yaisah Yang berputus asa
Z
Zalijah Kebinasaan
Zalilah Yang hina
Zalimah Yang zalim
Zaniyah Penzina, pelacur
Zufafah Racun pembunuh
Untuk para orang tua namailah anak-anak anda dengan nama yang baik. Jangan hanya memberi nama dengan nama yang enak didengar namun buruk maknanya. Karena di suatu hari nanti ketika seseorang meninggal dunia dan ruhnya diangkat maka para malaikat akan menyebutkan namanya.
Setiap melewati sekelompok Malaikat di langit, mereka bertanya, ‘Ruh siapakah yang menyebarkan bau harum ini?’ Para Malaikat yang membawanya menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan’, seraya mereka menyebutkan nama-nama panggilannya yang terbaik yang biasa dipanggilkan kepadanya ketika di dunia.
Sumber : Klik untuk melihat sumber
Kamis, 05 Februari 2015
KUMPULAN NAMA BAYI LAKI-LAKI ISLAMI TERBARU
1. ABBAD NAILUN NABHAN : Laki-laki yang tekun beribadah dan mendapatkan kemuliaan
2. ABDUH HUBBU SYARIF : Hamba Allah yang mencintai kemuliaan
3. ABID AQILA PRANAJA : Anak laki-laki yg berakal dan ahli ibadah
4. ABINAYA BASUPATI : Semangat dan tak takut mati
5. ABRAHAM ALEXI PRATAMA : Putra pertama yang bisa menjadi bapak buat banyak orang, menjadi pembela dan pelindung bagi smua orang
6. ABYAN NANDANA : Anak laki-laki yang bisa menjelaskan secara jelas
7. ABU DZAR AL-GHIFARI : Anak laki-laki yang selalu memaafkan bagikan debu yang beterbangan
8. ADDAR QUTHNI POLDI : Seorang imam perawi hadits yang sangat berani
9. ADHYASTHA PRASRAYA MAHANIPUNA : Pemimpin yang sangat pintar namun rendah hati
10. ADIRAJADA BIMA : Anggota pendawa yang sangat kuat dan tangguh
11. ADITYA MAHYA : Matahari (surga) dan hidup
12. ADITYA NAUFAL DARY ABIYYU : Pemuda tampan yang arif bijaksana dan mulia jiwanya sehingga kelak dapat menjadi pemimpin
13. ADRIAN AKBAR : Pelaut yang besar
14. ADRIAN PRADIPTO : Anak pertama yang kaya raya
15. AHZA DANISH : Beruntung dan pintar
16. AIDAN SYAHM : Anak yg semangat, berakhlak mulia, cerdas dan supel
17. AFFAN NUR MAJID : Pendaki cahaya kemuliaan
18. AKMAL LATHIF KHALIFAH : Pemimpin yang sempurna dan lembut
19. ASYRAF RASYID QUTHB : Pemimpin yang mendapatkan petunjuk lebih mulia
20. BAHIR BATHLATHUN EL-BASIL : Pemuda rupawan dan pahlawan yang pemberani
21. BAHIR SHIRAJ ADDIEN : Pelita agama yang bersinar terang
22. BAHTIAR JEFRY HUSNI : Tanah perdamaian yang kaya dan indah
23. BAKRIE MUNIR JAUHAR : Permata yang bersinat di pagi hari
24. BUKHARI JAWAD KAMIL : Anak laki-laki yang pemurah dan sempurna seperti Imam Bukhari sang perawi Hadits
25. BUSTAN EL-RAIHAN MAHFUZH : Pohon yang wangi dan terpelihara di taman
26. DAFFA IBNU HAFIDZ : Anak laki-laki yang memelihara sesuatu dan memiliki pertahanan diri
27. DAHLAN ZAINUL ARIFIN : Orang yang baik, bijaksana dan memiliki kelebihan
28. DANY FAYYADHI ZHAFAR : Orang yang dekat dengan kemenangan yang mulia
29. DARU SYARIF FIRDAUS : Orang yang terhormat dan mulia memiliki tempat yang damai di surga
30. DHIRGHAM HAIDAR ARHAB : Singa pemberani yang berfikir tajam
31. DZAKIR KHAFADI : Penghafal Al-Qur'an yang memiliki daya ingat kuat
32. DZAKY ALMAIR JAMIL : Pangeran yang tampan dan cerdas
33. FADHIL SAADI ZAHID : Anak laki-laki yang mulia, bijaksana dan rendah hati
34. FADHIL YAQDAN NASRULLAH : Orang yang terjaga kebaikannya akan mendapat pertolongan Allah
35. FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY : Kebanggaan orang yang menang dalam kebaikan
36. FARID ATALLAH : Karunia Allah yang tidak ada bandingnya
37. FIKRI NAKHLA RAFIE : Orang besar dan pandai yang memiliki cita-cita tinggi
38. GHAFAR ARIEF : Anak laki-laki yang suka memaafkan dan bijaksana
39. GHALY SAAD RIFAI : Anak laki-laki yang berharga, bijaksana dan tinggi martabatnya
40. GHANY YAZID KHAIRY : Kekayaan yang semakin bertambah adalah kebaikan
41. GHAZY GHALIBIE : Prajurit yang menang
42. GHUFRON SAJADI TAISIR : Anak laki-laki yang bersujud kepada Allah mendapat pengampunan dan kemudahan
43. HAIL QURUNUL BAHRI : Mutiara laut yang luar biasa
44. HAMDANI KHAFIE NAJIH : Pujian yang tersembunyi sebagai anugerah sebuah petunjuk
45. HANIF ABBAD : Muslim yang teguh dan tekun beribadah
46. HARUN ABDURRAHMAN : Semoga seperti Nabi Harun hamba dari Allah yang maha pengasih
47. HAUZAN IRHAB NABIL : Manusia yang berfikir tajam dan terhormat
48. HAZIM ZHAFRAN : Orang yang menang adalah yang berkemauan keras
49. HELMI YAQDHAN : Orang yang sabar dan berakal dan selalu terjaga
50. HILAL ABIYU JAMAIL : Bulan sabit yang indah dan mulia
51. IHSAN JALALUDDIN : Kebaikan dan keluhuran agama
52. IKHWAN MARUF YAFIE : Laki-laki baik yang tinggi dan terhormat
53. ILHAM AYADI : Isyarat yang baik dari sesuatu yang dapat menguatkan
54. IQBAL ARKAB GHAFUR : Anak laki-laki yang sejahtera dan memiliki hati yang lapang serta suka memaafkan
55. IRFAN YUSRAN : Anak laki-laki yang memiliki pengetahuan dan kekayaan
56. ISTADZ MUNIB : Guru yang berada di jalan Allah
57. JABAR ASYAMIE : Pemimpin mulia yang memiliki kekuatan dan kekuasaan
58. JABIR FAKHRUDDIN : Pembaharu yang agung sebagai kebanggaan agama
59. JAFAR SHAFWAN FIRDAUS : Bagaikan sungai yang jernih di surga Firdaus
60. JALIL SYARIF FAWWAZI : Laki-laki terhormat yang memiliki kekuasaan besar dan keberuntungan
61. JAMALUDDIN FARID : Keindahan agama yang tidak ada bandingnya
62. JAMIL ALAWI QODAMA : Semoga seperti keturunan Ali bin abi Thalib yang tampan dan pemberani
63. KAFIE EL-AZZAM : Kemauan kuat yang sempurna
64. KAMAL IZZUDDIN BAHAR : Kesempurnaan dan kemuliaan agama yang berkilauan
65. KAMIL AHSAN EL-JUNDI : Prajurit yang sempurna kebaikannya
66. KAZHIM ZAINAL ARIEF : Orang yang dapat mengekang amarah, baik dan bijaksana
67. KHAFID NUMAN RIFAI : Laki-laki penghafal Al-Quran sebagai anugerah hidup yang tinggi
68. KHALIL ZAYAN : Sahabat yang dapat dipercaya sangat elok wajahnya
69. LATHIEF AKMAL EL-AZZAM : Laki-laki yang memiliki kelembutan dan kemauan kuat yang lebih sempurna
70. LUQMAN HAKIM AYYASI : Mudah-mudahan seperti Luqman yang bijaksana dan berumur panjang
71. MAJID FAKHRUDDIN : Anak laki-laki yang berbudi luhur yang merupakan kebanggaan agama
72. MALKA SYARIEF FIRDAUS : Tempat bertemunya orang yang mulia dan terhormat adalah di surga Firdaus
73. MIRZA UKAIL : Anak laki-laki yang baik dan pandai
74. MUHSIN TAMAM : Laki-laki yang berbuat kebaikan dengan sempurna
75. MUNADHIL ISMAN HALIM : Suami setia yang menolong dengan penuh kelembutan dan kesabaran
76. NABHAN ZULFADHLI : Anak laki-laki yang mulia dan mempunyai banyak kelebihan
77. NABIHAN KHALIQ : Anak laki-laki yang mulia dan kreatif
78. NABIL FAYADH : Anak laki-laki yang cerdik dan murah hati
79. NAZRAN SAADUDDIN : Visi agama yang membahagiakan
80. NUWAIR BADRUN : Anak laki-laki yang bagaikan cahaya bulan purnama
81. QAID JAMIL : Panglima perang yang tampan
82. QARY AHNAF : Pembaca Al-Qur'an yang memiliki keteguhan iman yang lebih
83. QUTHBIE ZAYAN : Pemimpin yang sangat elok wajahnya
84. RAFI AHMAD : Anak laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terpuji
85. RAFIQI HAMLAN : Sahabat yang mandiri
86. RAIF ANAQIE : Sang penyayang yang indah menawan hati
87. RAIHAN MAWARDI KHALIS : Air mawarku yang wangi dan suci
88. RAMADHAN AHNAF : Bulan Ramadhan yang penuh dengan keteguhan iman
89. RIYAD JINAN FAYI : Taman surga yang wangi
90. RUZAIN ANWAR : Tempat yang tentram dan bercahaya
91. SABQIE HAMZAH AZIB : Keutamaanku adalah kebijaksanaan dan kesabaran
92. SAFARAZ AKMA FADHIL : Anak laki-laki yang terhormat sebagai pemimpin yang mulia
93. SAFWAN HASNAWI : Anak laki-laki dari keturunan mulia yang bersih dan penuh keikhlasan
94. SAHLAN IMRAN JAZLI : Anak laki-laki yang memiliki kemudahan budi bahasa dan fasih
95. TAHSIN AGHA AFKAR : Anak laki-laki pemimpin yang mampu melakukan perubahan kebijakan
96. THARIQ ANWAR KARIM : Bintang fajar yang memancarkan cahaya kemuliaan
97. TSAMIN FARID ADDIN : Permata agama yang sangat bernilai
98. TSANY ASMAR BANU : Putra kedua yang hitam manis
99. UMAR MUSLIM FAWWAZ : Pemimpin muslim yang selalu beruntung
100. UMRAN SAID FAUZAN : Anak laki-laki yang tumbuh dengan penuh kebahagiaan dan kemenangan
101. WAFRIE BANU AKMAL : Kekayaanku adalah anak yang sempurna
102. WAZIFUL KHALIL : Anak laki-laki kesayangan yang tekun dan gigih
103. WAZNI HAKAM : Hakim bijaksana yang menimbang secara adil
104. YAFIQ ANNADIM RAFIF : Pendamping yang mulia dan berakhlak baik
105. YAQDHAN RAKHA ASSAID : Anak laki-laki waspada yang memiliki kehidupan yang enak dan bahagia
106. YAZDAN SHAHIB RAKI : Belas kasih sahabat yang menundukkan kepala
107. ZULFAN AZHAR RAIHAN : Taman yang penuh bunga-bunga mewangi
108. ZULMI IKHWAN KHAIRI : Anak laki-laki yang sabar dan sopan adalah saudara yang baik
2. ABDUH HUBBU SYARIF : Hamba Allah yang mencintai kemuliaan
3. ABID AQILA PRANAJA : Anak laki-laki yg berakal dan ahli ibadah
4. ABINAYA BASUPATI : Semangat dan tak takut mati
5. ABRAHAM ALEXI PRATAMA : Putra pertama yang bisa menjadi bapak buat banyak orang, menjadi pembela dan pelindung bagi smua orang
6. ABYAN NANDANA : Anak laki-laki yang bisa menjelaskan secara jelas
7. ABU DZAR AL-GHIFARI : Anak laki-laki yang selalu memaafkan bagikan debu yang beterbangan
8. ADDAR QUTHNI POLDI : Seorang imam perawi hadits yang sangat berani
9. ADHYASTHA PRASRAYA MAHANIPUNA : Pemimpin yang sangat pintar namun rendah hati
10. ADIRAJADA BIMA : Anggota pendawa yang sangat kuat dan tangguh
11. ADITYA MAHYA : Matahari (surga) dan hidup
12. ADITYA NAUFAL DARY ABIYYU : Pemuda tampan yang arif bijaksana dan mulia jiwanya sehingga kelak dapat menjadi pemimpin
13. ADRIAN AKBAR : Pelaut yang besar
14. ADRIAN PRADIPTO : Anak pertama yang kaya raya
15. AHZA DANISH : Beruntung dan pintar
16. AIDAN SYAHM : Anak yg semangat, berakhlak mulia, cerdas dan supel
17. AFFAN NUR MAJID : Pendaki cahaya kemuliaan
18. AKMAL LATHIF KHALIFAH : Pemimpin yang sempurna dan lembut
19. ASYRAF RASYID QUTHB : Pemimpin yang mendapatkan petunjuk lebih mulia
20. BAHIR BATHLATHUN EL-BASIL : Pemuda rupawan dan pahlawan yang pemberani
21. BAHIR SHIRAJ ADDIEN : Pelita agama yang bersinar terang
22. BAHTIAR JEFRY HUSNI : Tanah perdamaian yang kaya dan indah
23. BAKRIE MUNIR JAUHAR : Permata yang bersinat di pagi hari
24. BUKHARI JAWAD KAMIL : Anak laki-laki yang pemurah dan sempurna seperti Imam Bukhari sang perawi Hadits
25. BUSTAN EL-RAIHAN MAHFUZH : Pohon yang wangi dan terpelihara di taman
26. DAFFA IBNU HAFIDZ : Anak laki-laki yang memelihara sesuatu dan memiliki pertahanan diri
27. DAHLAN ZAINUL ARIFIN : Orang yang baik, bijaksana dan memiliki kelebihan
28. DANY FAYYADHI ZHAFAR : Orang yang dekat dengan kemenangan yang mulia
29. DARU SYARIF FIRDAUS : Orang yang terhormat dan mulia memiliki tempat yang damai di surga
30. DHIRGHAM HAIDAR ARHAB : Singa pemberani yang berfikir tajam
31. DZAKIR KHAFADI : Penghafal Al-Qur'an yang memiliki daya ingat kuat
32. DZAKY ALMAIR JAMIL : Pangeran yang tampan dan cerdas
33. FADHIL SAADI ZAHID : Anak laki-laki yang mulia, bijaksana dan rendah hati
34. FADHIL YAQDAN NASRULLAH : Orang yang terjaga kebaikannya akan mendapat pertolongan Allah
35. FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY : Kebanggaan orang yang menang dalam kebaikan
36. FARID ATALLAH : Karunia Allah yang tidak ada bandingnya
37. FIKRI NAKHLA RAFIE : Orang besar dan pandai yang memiliki cita-cita tinggi
38. GHAFAR ARIEF : Anak laki-laki yang suka memaafkan dan bijaksana
39. GHALY SAAD RIFAI : Anak laki-laki yang berharga, bijaksana dan tinggi martabatnya
40. GHANY YAZID KHAIRY : Kekayaan yang semakin bertambah adalah kebaikan
41. GHAZY GHALIBIE : Prajurit yang menang
42. GHUFRON SAJADI TAISIR : Anak laki-laki yang bersujud kepada Allah mendapat pengampunan dan kemudahan
43. HAIL QURUNUL BAHRI : Mutiara laut yang luar biasa
44. HAMDANI KHAFIE NAJIH : Pujian yang tersembunyi sebagai anugerah sebuah petunjuk
45. HANIF ABBAD : Muslim yang teguh dan tekun beribadah
46. HARUN ABDURRAHMAN : Semoga seperti Nabi Harun hamba dari Allah yang maha pengasih
47. HAUZAN IRHAB NABIL : Manusia yang berfikir tajam dan terhormat
48. HAZIM ZHAFRAN : Orang yang menang adalah yang berkemauan keras
49. HELMI YAQDHAN : Orang yang sabar dan berakal dan selalu terjaga
50. HILAL ABIYU JAMAIL : Bulan sabit yang indah dan mulia
51. IHSAN JALALUDDIN : Kebaikan dan keluhuran agama
52. IKHWAN MARUF YAFIE : Laki-laki baik yang tinggi dan terhormat
53. ILHAM AYADI : Isyarat yang baik dari sesuatu yang dapat menguatkan
54. IQBAL ARKAB GHAFUR : Anak laki-laki yang sejahtera dan memiliki hati yang lapang serta suka memaafkan
55. IRFAN YUSRAN : Anak laki-laki yang memiliki pengetahuan dan kekayaan
56. ISTADZ MUNIB : Guru yang berada di jalan Allah
57. JABAR ASYAMIE : Pemimpin mulia yang memiliki kekuatan dan kekuasaan
58. JABIR FAKHRUDDIN : Pembaharu yang agung sebagai kebanggaan agama
59. JAFAR SHAFWAN FIRDAUS : Bagaikan sungai yang jernih di surga Firdaus
60. JALIL SYARIF FAWWAZI : Laki-laki terhormat yang memiliki kekuasaan besar dan keberuntungan
61. JAMALUDDIN FARID : Keindahan agama yang tidak ada bandingnya
62. JAMIL ALAWI QODAMA : Semoga seperti keturunan Ali bin abi Thalib yang tampan dan pemberani
63. KAFIE EL-AZZAM : Kemauan kuat yang sempurna
64. KAMAL IZZUDDIN BAHAR : Kesempurnaan dan kemuliaan agama yang berkilauan
65. KAMIL AHSAN EL-JUNDI : Prajurit yang sempurna kebaikannya
66. KAZHIM ZAINAL ARIEF : Orang yang dapat mengekang amarah, baik dan bijaksana
67. KHAFID NUMAN RIFAI : Laki-laki penghafal Al-Quran sebagai anugerah hidup yang tinggi
68. KHALIL ZAYAN : Sahabat yang dapat dipercaya sangat elok wajahnya
69. LATHIEF AKMAL EL-AZZAM : Laki-laki yang memiliki kelembutan dan kemauan kuat yang lebih sempurna
70. LUQMAN HAKIM AYYASI : Mudah-mudahan seperti Luqman yang bijaksana dan berumur panjang
71. MAJID FAKHRUDDIN : Anak laki-laki yang berbudi luhur yang merupakan kebanggaan agama
72. MALKA SYARIEF FIRDAUS : Tempat bertemunya orang yang mulia dan terhormat adalah di surga Firdaus
73. MIRZA UKAIL : Anak laki-laki yang baik dan pandai
74. MUHSIN TAMAM : Laki-laki yang berbuat kebaikan dengan sempurna
75. MUNADHIL ISMAN HALIM : Suami setia yang menolong dengan penuh kelembutan dan kesabaran
76. NABHAN ZULFADHLI : Anak laki-laki yang mulia dan mempunyai banyak kelebihan
77. NABIHAN KHALIQ : Anak laki-laki yang mulia dan kreatif
78. NABIL FAYADH : Anak laki-laki yang cerdik dan murah hati
79. NAZRAN SAADUDDIN : Visi agama yang membahagiakan
80. NUWAIR BADRUN : Anak laki-laki yang bagaikan cahaya bulan purnama
81. QAID JAMIL : Panglima perang yang tampan
82. QARY AHNAF : Pembaca Al-Qur'an yang memiliki keteguhan iman yang lebih
83. QUTHBIE ZAYAN : Pemimpin yang sangat elok wajahnya
84. RAFI AHMAD : Anak laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terpuji
85. RAFIQI HAMLAN : Sahabat yang mandiri
86. RAIF ANAQIE : Sang penyayang yang indah menawan hati
87. RAIHAN MAWARDI KHALIS : Air mawarku yang wangi dan suci
88. RAMADHAN AHNAF : Bulan Ramadhan yang penuh dengan keteguhan iman
89. RIYAD JINAN FAYI : Taman surga yang wangi
90. RUZAIN ANWAR : Tempat yang tentram dan bercahaya
91. SABQIE HAMZAH AZIB : Keutamaanku adalah kebijaksanaan dan kesabaran
92. SAFARAZ AKMA FADHIL : Anak laki-laki yang terhormat sebagai pemimpin yang mulia
93. SAFWAN HASNAWI : Anak laki-laki dari keturunan mulia yang bersih dan penuh keikhlasan
94. SAHLAN IMRAN JAZLI : Anak laki-laki yang memiliki kemudahan budi bahasa dan fasih
95. TAHSIN AGHA AFKAR : Anak laki-laki pemimpin yang mampu melakukan perubahan kebijakan
96. THARIQ ANWAR KARIM : Bintang fajar yang memancarkan cahaya kemuliaan
97. TSAMIN FARID ADDIN : Permata agama yang sangat bernilai
98. TSANY ASMAR BANU : Putra kedua yang hitam manis
99. UMAR MUSLIM FAWWAZ : Pemimpin muslim yang selalu beruntung
100. UMRAN SAID FAUZAN : Anak laki-laki yang tumbuh dengan penuh kebahagiaan dan kemenangan
101. WAFRIE BANU AKMAL : Kekayaanku adalah anak yang sempurna
102. WAZIFUL KHALIL : Anak laki-laki kesayangan yang tekun dan gigih
103. WAZNI HAKAM : Hakim bijaksana yang menimbang secara adil
104. YAFIQ ANNADIM RAFIF : Pendamping yang mulia dan berakhlak baik
105. YAQDHAN RAKHA ASSAID : Anak laki-laki waspada yang memiliki kehidupan yang enak dan bahagia
106. YAZDAN SHAHIB RAKI : Belas kasih sahabat yang menundukkan kepala
107. ZULFAN AZHAR RAIHAN : Taman yang penuh bunga-bunga mewangi
108. ZULMI IKHWAN KHAIRI : Anak laki-laki yang sabar dan sopan adalah saudara yang baik
Selasa, 27 Mei 2014
Jangan Jadi Suami Egois
Sering terbayang di benak pikiran sebagian suami, bahwa dia tidak sukses di dalam memilih istri ideal yang diidam-idamkannya. Entah wajah sang istri yang kurang cantiklah. Postur tubuhnya yang kurang menariklah. Atau sifat dan tabiat sang istri yang tidak berkenan di hati.
Pikiran ini senantiasa menghantui hati sanubari sang suami sehingga berdampak pada perubahan sikap terhadap isterinya. Jika tadinya ia begitu menggebu-gebu mencintai isterinya maka kini berubah menjadi membencinya. Jika dulu jargonnya adalah "makan tak makan yang penting kumpul," "siap tinggal di gubuk derita beratap langit beralaskan koran" atau yang sejenisnya sebagai ungkapan keinginan untuk selalu bersama, seia sekata, bagaimanapun kondisinya, maka sekarang berbeda.
Jangankan kondisi tak (ada) makanan, sudah disiapkan oleh isteri makanan yang enak pun, terasa segan saja untuk menyentuhnya. Yang sangat menyedihkan, di antara mereka ini ada pula yang sampai memperlakukan isterinya dengan perlakuan yang kasar, "main tangan," tanpa sedikit pun ada perasaan belas kasihan!
Suami semacam ini tentunya lupa pada firman Allah yang menyebutkan: "Dan pergauilah isteri-isteri kalian dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak." (QS. An-Nisaa 4:19). Begitupula sabda Nabi saw yang menyatakan: "orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik budi pekertinya, dan sebaik-baik kalian adalah orang paling baik perlakuannya terhadap isterinya."
Jadi untuk menjadi manusia (atau suami) 'super' sebenarnya tidaklah sulit. Selain imannya bener, pinter, dan badannya seger, ia juga harus memperlakukan isterinya secara bener.
Dalam hadits lain, Nabi saw bersabda: "Janganlah seorang mukmin (suami) membenci isterinya berlebihan. Jika dia tidak menyukai sebagian sifat (tabiat, penampilan) isterinya, tapi dia menyukai sebagian sifat (tabiat, penampilan) yang lain."
Hadits ini telah mengingatkan kita akan suatu hal yang sangat urgen. Yaitu hendaknya para suami (termasuk juga isteri) sadar, bahwa kesempurnaan (al kamal) hanyalah milik Allah semata. Karenanya, janganlah meminta kesempurnaan di jagat raya ini, tetapi mintalah yang terbaik dari yang ada. Kemudian bercermin dan bertanyalah: "Apakah diri kita bebas dari kekurangan baik dari segi fisik (jasadi) maupun non fisik (ma'nawi)?"
Sesungguhnya kita semua pasti memiliki kekurangan. Dan karena itu, jangan meminta orang lain untuk menjadi sempurna. Cukup sederhana tampaknya. Hanya saja, sebagian suami seringkali memanfaatkan posisinya sebagai "qawwam", kepala rumah tangga, untuk menempatkan isterinya sebagai "terdakwa". Termasuk dalam hal ini adalah 'kelemahan-kelemahan' istri yang dilihatnya tidak sempurna.
Tipe suami semacam ini bukan hanya sebuah cerita kosong yang berlebih-lebihan tetapi memang nyata adanya dan dapat menimbulkan kesengsaraan dalam kehidupan rumah tangga. Karena itulah, Ali bin Abi Thalib mewanti-wanti para ayah untuk selalu mencarikan hanya lelaki shaleh sebagai jodoh bagi anak perempuannya.
Ketika itu, seorang lelaki bertanya kepada Sayyidina 'Ali ra: "Saya mempunyai seorang putri, dengan siapa saya akan menikahkannya?" Beliau menjawab: "Nikahkan dia dengan orang yang bertaqwa kepada Allah. Sebab, jika dia mencintai (isteri)nya, dia akan memuliakannya. Tapi, jika dia membenci (istri)nya, dia tidak akan menzhaliminya."
Sesungguhnya suami yang mengidam-idamkan isterinya bebas dari berbagai kekurangan, di satu sisi dapat diibaratkan sebagai seorang zauj mitsaaliy, suami teladan, karena keinginan itu menunjukkan betapa si suami ingin isterinya sempurna. Tetapi pada saat yang bersamaan dia juga seorang lelaki anaaniy, egois, karena mengharapkan kebahagiaan untuk dirinya sendiri saja. Mengapa? Karena sudah jelas, tidak ada seorang pun anak cucu Nabi Adam di dunia ini yang bebas dari 'aib dan kekurangan. Namun demikian, persoalan ini tentu tidak dapat diartikan sebagai upaya meligitimasi dan mentolerir kekurangan isteri yang terkait dengan sifat, akhlak ataupun penampilan yang bisa jadi tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.
Seorang suami tak dapat meng-acuh-tak-acuh-kan kekurangan itu. Justru kita, para suamilah yang paling berkewajiban mengubahnya. Tetapi semua usaha mengarahkan, mengajak dan mengubah kekurangan istri ini tetap harus dilakukan dengan lembut dan lewat mu'amalah (perlakuan) yang baik. Bukan dengan cara yang kasar dan emosional.
Apalagi perlakuam lemah-lembut, baik dan adil terhadap isteri ini diajarkan langsung oleh Rasulullah dan disebutkan sebagai sebuah kebaikan yang bermuara pada keridhoan Allah, seperti tampak pada dua hadits berikut ini.
Mu'awiyah bin 'Ubaidah bercerita: saya bertanya kepada Rasulullah saw: apa kewajiban suami terhadap isteri? Beliau saw menjawab: "Dia wajib memberi makan isterinya jika dia makan, dan memberinya pakaian jika dia memakai pakaian. Dan janganlah engkau memukul wajahnya, jangan mencacimakinya, dan jangan menghajar (meninggalkan)nya kecuali di dalam rumah." (HR. Abu Daud dan Ahmad).
Beliau saw juga bersabda: "Al Muqsithun di hari kiamat berada pada mimbar-mimbar dari nur (cahaya) dan pada Tangan Kanan ar Rahman (dan kedua Tangah Allah itu Kanan), yaitu orang-orang yang berbuat adil di dalam memutuskan hukuman (perkara), adil terhadap isteri-isteri mereka, dan adil terhadap tugas yang dibebankan kepadanya." (HR. Muslim).
Dalam praktek sehari-hari, para suami juga harus menyadari bahwa perlakuan yang tidak baik akan sangat berdampak negatif pada kinerja isteri di rumah. Padahal pada saat bersamaan, kita mengharapkan istri dapat menjadi madrasah, tempat tarbiyah, pembelajaran, serta pengasahan keshalehan dan intelektualitas anak-anak kita. Sebagaimana seorang penyair telah berkata: Al Ummu Madrasatun Idzaa A'dadataha, A'dadta Sya'ban Thayiba'l A'raaqi, yang berarti seorang Ibu (baca juga: isteri) adalah madrasah, apabila kamu mempersiapkannya dengan baik maka kamu sama dengan mempersiapkan bangsa yang unggul."
Untuk itu, mari kita coba mengikis habis keegoisan kita, para suami, agar dapat menjadi suami yang adil dan bijaksana dengan menghayati pernyataan seorang penyair: Wa Mandzalladzi Turdha Sajaayaahu Kulluhu, Kafaa'l Mar'u Nublaan An Tu'addu Ma'aayibuhu. Artinya, "Mana ada orang yang disenangi semua sifat-sifatnya (sempurna). Cukuplah seseorang itu mulia manakala ia dapat dihitung (diketahui) kekurangan-kekurangannya."
Ahmad Kusyairi Suhail, Lc.
(Kandidat master di bidang Tafsir-Hadits di King Saud University Riyadh, Saudi Arabia)
Ilmu Pembersih Hati
Ada sebait do'a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do'a tersebut berbunyi : Allaahummanfa'nii bimaa allamtanii wa'allimnii maa yanfa'uni wa zidnii ilman maa yanfa'unii. Dengan do'a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat.
Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.
Oleh karena itu, dalam kacamata ma'rifat, gambaran ilmu yang bermamfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. "Ilmu yang berguna," ungkapnya, "ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati." seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, Imam Malik bin Anas r.a. berkata, "Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri."
Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, "Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS. Al Kahfi [18] : 109).
Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun!
Akan tetapi, walaupun hanya "setetes" ilmu Allah yang dititipkan kepada mnusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan mamfaat darinya.
Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam Syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. "Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?" Sang guru menjawab, "Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih." Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta'lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.
Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat.
Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu
sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat.Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi "tawas"-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.
Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma'rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.
Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma'rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.
Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum'ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?
Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.***



Categories :
AmirNet








.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
