Sample Feature Post 1 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 2 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Sample Feature Post 3 Title
All of this content is sample tyr to replace these content every slider to your content descriptions. Go to Blogger edit html and find these sentences. Now replace it.
Minggu, 05 April 2015
BACAAN BILAL UNTUK SHALAT JUM’AT BESERTA ARTINYA
BILAL UNTUK SHALAT JUM’AT BESERTA ARTINYA
Pertama : Bilal adzan
Kedua : Bilal berdiri di depan mimbar menghadap jama’ah kemudian mengucapkan :
يَامَعَاشِرَالْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهِ، رُوِيَ عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنَّهٗ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِذَاقُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمْعَةِ اَنْصِتْ وَاْلاِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ. اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ, اَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا رَحِمَكُم اللهُ, اَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
.
Artinya : Wahai sekalian orang-orang muslim dan segolongan orang-orang mukmin semoga Allah memberi rahmat kepada kalian, diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a bahwa beliau berkata : Rasulullah saw.bersabda : “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jum’at perhatikanlah; padahal Khatib sedang berkhutbah. Maka sungguh sia-sialah kamu. Perhatikanlah, dengarkanlah dan thaatlah kamu, semoga Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah, dengarkanlah dan thaatlah kamu, semoga Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah ! semoga kamu sekalian diberi rahmat.
Ketiga : Setelah khatib naik ke mimbar, Bilal mengucapkan doa sebagai berikut :
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ،وَاْلحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ قَوِّاْلاِسْلاَمَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ اِقَامَةِ الدِّيْنِ. رَبِّ اخْتِمْ لَنَامِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَاخَيْرَالنَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Artinya : Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, Ya Allah berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad, dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah, kuatkanlah Islam dari orang-orang muslim dan muslimat, orang-orang mukmin dan mukminat, baik yang masih hidup dan yang sudah meninggal dunia. Dan mudahkanlah mereka dalam mendirikan Agama. Wahai Tuhan, akhirilah kami dari Engkau dengan kebaikan, wahai Tuhan sebaik-baik penolong, dengan rahmatMu, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari yang pengasih.
Keempat : Bilal adzan yang kedua setelah Khatib mengucapkan salam.
Kelima : Bilal membaca shalawat ketika Khatib duduk diantara dua khutbah.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
Ya Allah, berilah rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kita Nabi Muhammad.
Keenam : Bilal membaca iqamah
Untuk Filenya silahkan di download di link di bawah ini :
Senin, 30 Maret 2015
BERJUTA PAHALA NIKAH
Siapa sih yang tak ingin menikah? Mengingat pahalanya yang berjuta, kebaikan demi kebaikan datang silih berganti, tentu akan menjadi motivasi tersendiri bagi ikhwan-akhwat yang merindukan pernikahan. Bayangkan, ketika sudah menikah, senantiasa ada yang mengingatkan ketika lupa, menasihati ketika lalai, memotivasi agar tekun dan istikomah beribadah serta meraih mimpi-mimpi besar.
Bukan hanya itu, bahkan menikah mampu memotivasi seorang mahasiswa untuk segera menyelesaikan skripsinya. Ia berani ijabsah sebelum mendapatkan ijasah demi menjaga kemuliaan dirinya. Intinya, menikah di jalan Allah SWT itu full pahala, full barokah, full keindahan dan kebaikan. Menikah itu benar-benar terasa indah dan indahnya benar-benar terasa.
Bila ikhwan-akhwat tahu betapa besar pahala yang dijanjikan Allah SWT kepada mereka yang menikah, tentu tak bijak rasanya bila menikah itu harus ditunda-tunda apalagi menunggu harus lulus kuliah dulu atau punya apa-apa dulu. Berikut adalah aliran deras pahala bagi ikhwan-akhwat yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya.
Pertama, menikah itu melengkapi agamanya. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, ”Siapa yang menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).
Hadis di atas mestinya menjadi motivasi bagi ikhwan-akhwat untuk segera mengakhiri masa lajangnya. Bayangkan, dalam Islam, tak ada yang mampu melengkapi separuh agama kecuali Allah SWT dengan menyegerakan menikah. Dengan menikah, Allah SWT melengkapi separuh agama hamba-Nya. Ini artinya, betapa besar perhatian Allah dan Rasul-Nya bagi setiap Muslim yang menikah karena ingin menjaga kehormatannya. Jadi, jangan ragu dan segeralah menikah karena menikah itu melengkapi agama.
Kedua, menikah berarti menjaga kehormatan diri. Dalam sebuah hadis dijelaskan Rasulullah SAW bersabda, ”Wahai para pemuda! Siapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi faraj (kemaluan). Dan siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).
Itulah janji Allah SWT bagi ikhwan akhwat yang menikah. Orang yang menikah berarti ia faham dan berusaha menjaga kehormatan dirinya. Dia begitu khawatir dengan pergaulan diluar sana yang jauh dari nilai-nilai islami. Karena kekhawatirannya itulah ia memutuskan untuk segera menikah. Ia yakin dengan menikahlah kehormatan dirinya akan terjaga dari lawan jenis yang harap ditatapnya dan lain sebagainya. Dengan menikah itu pula hatinya akan terjaga dari gangguan lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi, segeralah menikah sebab menikah berarti menjaga kehormatan diri dari kenistaan.
Ketiga, senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Segala sesuatu yang di dalamnya yang tidak mengandung Dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau dan permainan kecuali empat perkara yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245, Silsilah Al Hadits Ash Shohih no. 309).
Itulah di antara janji Allah SWT bagi mereka yang menikah. Ketika suami istri saling memandang, maka Allah SWT pun ridha melihat keduanya. Ketika keduanya saling berpegangan tangan, maka Allah SWT pun tersenyum dan menurunkan rahmat bagi keduanya. Singkatnya, apa pun yang dilakukan suami istri selama ini adalah kebaikan, pasti akan mengundang pahala dan ridha dari Allah SWT.
Keindahan-keindahan itu tentu tak berlaku bagi mereka yang memuaskan syahwatnya dengan pacaran tanpa ikatan yang sah, sebab pacaran adalah prilaku iblis yang bisa menjerumuskan pelakunya kepada neraka Jahannam. Pacaran hanya pelampisan nafsu untuk menuruti kehendak setan dan binatang. Jadi, menikahlah, karena menikah itu senda guraunya saja berbuah pahala.
Keempat, menggauli istri termasuk sedekah. Suatu hari, pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW bertanya, ”Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka?”
Nabi SAW bersabda, ”Bukankah Allah SWT telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian menggauli istri pun sedekah?” Mereka bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?”
Nabi SAW menjawab, ”Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwat itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” Mereka menjawab, ”Ya, tentu?”
Beliau bersabda, ”Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala?” (Nabi SAW kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu bersabda, ”Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua rakaat Dhuha?”) (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).
Kelima, dengan menikah, adanya saling nasehat-menasehati. Menikah, membuka kesempatan ladang pahala yang luas untuk saling tawa shaubil haq wa tawa shaubis shabr ’nasihat-menasihati untuk menetapi kebenaran dan nasihat-menasihati untuk menetapi kesabaran’. Sungguh indah bukan? Saat pertama kali ijabsah diucapkan, maka setelah itu pahala akan terus mengalir ketika suami istri saling memberi nasihat dan motivasi agar lebih tekun dalam ibadah dan meraih kesuksesan. Yes…
Keenam, bisa mendakwahi orang yang dicintai. Dengan menikah, justeru peluang untuk mendakwahi orang yang dicintai (suami atau istri) semakin besar. Jika sebelum menikah hanya mampu memberi saran dan nasihat ala kadarnya, namun setelah menikah bisa saling mendakwahi dengan leluasa dan sepuas hati. Lebih dari itu, keduanya bisa saling melengkapi untuk program dakwah kepada keluarga keduanya dan orang lain.
Ketujuh, pahala memberi contoh yang baik. Dalam pernikahan, ada perlombaan dalam kebaikan di sana. Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Nabi SAW bersabda, ”Siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun?” (HR. Muslim).
Bila seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya tentu pahala akan diberikan Allah SWT kepadanya. Sebaliknya, ketika seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya, tentu dosa akan ditanggungnya kelak di akhirat karena ia memberi teladan keburukan.
Kedelapan, seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama, dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah.
Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah SAW, bersabda, ”Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu?” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Seorang suami yang menafkahkan hartanya untuk keluarganya dari pada orang lain tentu lebih utama karena beberapa alasan, di antaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajibannya, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.
Muawiyah bin Haidah ra., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Nabi SAW menjawab, ”Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Jangan kamu menjelekkan wajahnya, jangan kamu memukulnya, dan jangan kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka?” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda, ”Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebaliknya, bila seorang suami tidak mau memberi nafkah kepada keluarganya, maka ia termasuk pelaku dosa. Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra., ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang cukup dianggap berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang harus diberi belanja (dalam tanggungannya)?” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, masih adakah yang meragukan janji Allah SWT yang akan diberikannya kepada orang yang menikah? Berjuta pahala itu akan Anda dapatkan setiap saat ketika Anda menikah semata-mata untuk meraih kesempurnaan dalam beragama. Teruslah berdoa kepada Allah SWT untuk meminta pendamping hidup yang shalih / shalihah agar kelak bisa tetap bersama di surga-Nya. Wallahua’lam. (R2/IR
Rabu, 11 Februari 2015
Carilah Kaya dengan Nikah
Sebagian pemuda begitu khawatir untuk menikah karena khawatir dalam hal rizki. Padahal saat ini ia telah berpenghasilan cukup, sudah bisa ditakar ia dapat menghidupi seorang istri. Namun begitulah, kekhawatiran demi kekhawatiran terus menghantuinya sehingga ia pun mengulur waktu untuk segera menikah. Padahal janji Allah itu pasti, Dia akan mencukupi kita jika kita miskin. Karena kita harus yakin bahwa Allah-lah pemberi rizki setelah kita melakukan usaha.
Ayat yang bisa menjadi renungan adalah firman Allah Ta’ala,
وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32).
Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya, bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?
Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
التمسوا الغنى في النكاح
“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas). Lihatlah pemahaman cemerlang dari seorang Ibnu Mas’ud karena yakin akan janji Allah.
Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,
وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ
“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?
Patut dipahami …
Allah memberi rizki tanpa ada kesulitan dan sama sekali tidak terbebani. Ath Thohawi rahimahullah dalam matan kitab aqidahnya berkata, “Allah itu Maha Pemberi Rizki dan sama sekali tidak terbebani.” Seandainya semua makhluk meminta pada Allah, Dia akan memberikan pada mereka dan itu sama sekali tidak akan mengurangi kerajaan-Nya sedikit pun juga. Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,
يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
“Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577, dari Abu Dzar Al Ghifari). Mengenai hadits ini, Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Hadits ini memotivasi setiap makhluk untuk meminta pada Allah dan meminta segala kebutuhan pada-Nya.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 48)
Dalam hadits dikatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِنَّ اللَّهَ قَالَ لِى أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ ». وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يَمِينُ اللَّهِ مَلأَى لاَ يَغِيضُهَا سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُذْ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِى يَمِينِهِ »
“Allah Ta’ala berfirman padaku, ‘Berinfaklah kamu, niscaya Aku akan berinfak (memberikan ganti) kepadamu.’ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pemberian Allah selalu cukup, dan tidak pernah berkurang walaupun mengalir siang dan malam. Adakah terpikir olehmu, sudah berapa banyakkah yang diberikan Allah sejak terciptanya langit dan bumi? Sesungguhnya apa yang ada di Tangan Allah tidak pernah berkurang karenanya.” (HR. Bukhari no. 4684 dan Muslim no. 993).
Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata, “Allah sungguh Maha Kaya. Allah yang memegang setiap rizki yang tak terhingga, yakni melebihi apa yang diketahui setiap makhluk-Nya.” (Fathul Bari, 13: 395)
Dengan merenungkan hal ini, semoga Allah memberi taufik pada Anda yang masih ragu untuk menikah untuk segera menuju pelaminan. Berusahalah dalam mengais rizki dan tawakkal pada Allah, niscaya akan selalu ada jalan keluar. Barangkali di awal nikah atau ingin beranjak, Anda akan penuh rasa khawatir atau merasa berat dalam hidup. Namun jika Anda yakin terhadap hal di atas, niscaya kekhawatiran akan beralih menjadi percaya dan rizki pun akan datang dengan mudah, asalkan berusaha dan terus bekerja demi menghidupi keluarga. Later on … Trust in the promise of Allah! Believe and always believe.
Wallahu waliyyut taufiq.
@ Ummul Hamam, Riyadh KSA, 25 Dzulhijjah 1432 H
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.remajaislam.com , dipublish ulang oleh www.rumaysho.com
Minggu, 08 Februari 2015
Nama-Nama yang Dilarang Digunakan Dalam Islam
Nama merupakan doa yang bisa mempengaruhi gambaran bagi sifat, gaya hidup dan pemikiran. Nama seperti Rozana, Suzana atau yang menggunakan nama ‘zana’, bunyinya memang enak didengar dan disebutkan tapi maknanya ‘berzina’ atau pun nama ‘wati’ yang berarti ‘bersetubuh’. Jadi hindarilah memberi nama anak dengan nama-nama tersebut.
Dalam Islam juga terdapat beberapa nama yang sebaiknya dihindari untuk diberikan kepada putera-puteri anda kerana maknanya yang tidak baik, buruk dan bisa mendatangkan masalah di kemudian hari.
Kita tentu pernah mendengar ungkapan, "Apalah arti sebuah nama?" Bagi orang muslim nama sangatlah penting bagi diri seseorang karena nama adalah doa yang bisa mempengaruhi jalan hidup seseorang.
Berikut nama-nama yang sering digunakan yang ternyata merupakan nama-nama yang digunakan di kalangan kaum Jin:
1. Zaqwan/Zaquan – anak jin
2. Qistina/Kistina – penghulu jin
3. Balqis – ketua jin
4. Najwa – bisikan
5. Haikal/Haiqal – tengkorak
6. Badrisha/Badlisha/Herisha
Bagi mereka yang mempunyai nama-nama seperti di atas hendaknya diganti, namun jika tidak memungkinkan karena sudah tercatat di ijazah maupun akta kelahiran dan berkas-berkas administrasi lain tidak perlu untuk ganti nama tetapi cukup dengan mengganti nama panggilan.
Sebagai contoh, kalau nama Nur Najwa. Kalau selama ini nama panggilannya adalah Najwa, nama panggilannya cukup diganti menjadi Nur. Namun nama adalah doa, bisa terkabul maupun tidak. Sesungguhnya segala macam penyakit atau kejadian-kejadian buruk yang menimpa, semuanya datang dari Allah SWT. Bukan semata-mata akibat dari nama seseorang, semuanya ketentuan-Nya.
Hanya sebagai peringatan bagi para orang tua agar ketika memberi nama pada putra-putrinya hendaknya menghndari penggunaan nama-nama yang bermakna buruk.
Ibn Umar berkata: “Anak perempuan Umar dinamakan dengan nama ‘Asiah (wanita yang derhaka), lalu dinamakan oleh Rasulullah SAW dengan Jamilah (cantik).” (riwayat Tirmidzi dan Ibn Majah).
Disunatkan mengubah nama yang buruk atau yang tidak baik kerana Nabi SAW telah melakukannya kepada para sahabat baginda, di mana Rasulullah SAW pernah menukar nama seorang yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) kepada Abdullah. Ada yang bernama ‘Asi (yang durhaka) lalu ditukar menjadi Muti’ (yang taat).
Aishah r.a berkata: “Rasulullah telah menukar nama-nama yang buruk.” (riwayat Tirmidzi).”
Berikut adalah beberapa nama yang harus dihindari ketika menamai bayi anda :
A
Abiqah Hamba yang lari dari tuannya
Abkam Tidak celik, buta
Afinah Yang bodoh
Amah Hamba suruhan perempuan
Asiah Wanita yang durhaka
Asyar Paling jahat
Asyirah Yang tidak bersyukur atas nikmat
Aznie Aku berzina
B
Baghiah Yang zalim, jahat
Bahimah Binatang
Bakiah Yang menangis, merengek
Balidah Yang bodoh, bebal
Baqarah Lembu Betina
Batilah Yang batil, tidak benar
D
Dabbah Binatang
Dahisyah Goncang, stress
Dahriyah Yang mempercayai alam wujud dengan sendirinya
Dami’ah Yang mengalir air matanya
Daniyah Yang lemah dan hina
Darakah Kedudukan yang rendah
F
Faji’ah Kecelakaan
Fajirah Yang jahat, yang berdosa
Fasidah Yang rusak, yang binasa
Fasiqah Yang jahat, si fasik
Fasyilah Gagal, kalah
G
Ghafilah Yang lalai, yang leka
Ghaibah Hilang
Ghailah Kecelakaan, bencana
Ghamitah Yang tidak mensyukuri nikmat
Ghasibah Perampas, perompak
Ghawiah Yang sesat, yang mengikut hawa nafsu
H
Haqidah Yang dengki
Hasidah Yang hasad
Hazinah Yang sedih
Huzn Kesedihan
J
Jafiah Yang tidak suka berkawan
Jariah Hamba suruhan perempuan
K
Kafirah Yang kafir, yang ingkar
Kaibah Yang sedih
Kamidah Yang hiba, yang sangat berduka
Kazibah Pendusta, pembohong
Khabithah Yang jahat, yang keji
Khali’ah Yang tidak segan silu, mengikut hawa nafsu
Khamrah Arak
Khasirah Yang rugi
Khati’ah Yang bersalah, yang berdosa
L
Laghiah Sia-sia, tidak berfaedah
Lahab Bara api
Lahifah Yang sedih, menyesal dan dizalimi
La’imah Yang tercela
Lainah Yang terkutuk
M
Majinah Yang bergurau senda tanpa perasaan malu
Majusiah Agama menyembah api atau matahari
Maridah Yang menderhaka
Munafikah Yang munafik
Musibah Celaka, bencana, kemalangan
N
Najisah Yang najis dan kotor
Nariah Api
Nasyizah Yang menderhaka dan melawan suami
Q
Qabihah Yang buruk, hodoh
Qasitah Yang melampaui batasan dan menyeleweng dari kebenaran
Qatilah Pembunuh
Qazurah Kejahatan, perzinaan
R
Rajimah Yang direjam, yang dilaknat
Razani Kepala zakar lelaki
Razi’ah Kecelakaan, musibah
Razilah Yang keji dan hina
S
Safih Insan Manusia bodoh
Safilah Yang rendah dan hina
Sahiah Yang pelupa
Sharrul / Sharru Jahat
Sakirah Pemabuk
Sakitah Yang jatuh, yang hina, yang jahat
Syafihah Yang bodoh
Syani’ah Yang buruk
Syaqiyah Yang menderita
Syaridah Yang diusir
Syariqah Pencuri
Syarisah Yang buruk akhlak
Syarrul Bariyyah Sejahat-jahat manusia
Syatimah Maki hamun
T
Tafihah Karut
Talifah Yang rosak, yang binasa
Talihah Yang tidak baik
Tarbiyah Yang papa kedana
Tarikah Anak dara tua
W
Wahiah Yang lemah, yang jatuh, yang buruk
Wahimah Yang lemah
Wahinah Penakut
Wailah Bencana, keburukan
Wajilah Penakut
Waqi’ah Pertempuran dalam peperangan, umpatan
Waqihah Yang kurang sopan dan malu
Wasikhah Yang kotor
Wasyiah Yang mengumpat, yang mengadu dombakan orang
Wati/Waty Nama Hindu/tiada makna
Wathy / Wathi Bersetubuh
Y
Yabisah Yang kering, yang sedikit kebaikannya
Yaisah Yang berputus asa
Z
Zalijah Kebinasaan
Zalilah Yang hina
Zalimah Yang zalim
Zaniyah Penzina, pelacur
Zufafah Racun pembunuh
Untuk para orang tua namailah anak-anak anda dengan nama yang baik. Jangan hanya memberi nama dengan nama yang enak didengar namun buruk maknanya. Karena di suatu hari nanti ketika seseorang meninggal dunia dan ruhnya diangkat maka para malaikat akan menyebutkan namanya.
Setiap melewati sekelompok Malaikat di langit, mereka bertanya, ‘Ruh siapakah yang menyebarkan bau harum ini?’ Para Malaikat yang membawanya menjawab, “Ini adalah ruh fulan bin fulan’, seraya mereka menyebutkan nama-nama panggilannya yang terbaik yang biasa dipanggilkan kepadanya ketika di dunia.
Sumber : Klik untuk melihat sumber
Kamis, 05 Februari 2015
KUMPULAN NAMA BAYI LAKI-LAKI ISLAMI TERBARU
1. ABBAD NAILUN NABHAN : Laki-laki yang tekun beribadah dan mendapatkan kemuliaan
2. ABDUH HUBBU SYARIF : Hamba Allah yang mencintai kemuliaan
3. ABID AQILA PRANAJA : Anak laki-laki yg berakal dan ahli ibadah
4. ABINAYA BASUPATI : Semangat dan tak takut mati
5. ABRAHAM ALEXI PRATAMA : Putra pertama yang bisa menjadi bapak buat banyak orang, menjadi pembela dan pelindung bagi smua orang
6. ABYAN NANDANA : Anak laki-laki yang bisa menjelaskan secara jelas
7. ABU DZAR AL-GHIFARI : Anak laki-laki yang selalu memaafkan bagikan debu yang beterbangan
8. ADDAR QUTHNI POLDI : Seorang imam perawi hadits yang sangat berani
9. ADHYASTHA PRASRAYA MAHANIPUNA : Pemimpin yang sangat pintar namun rendah hati
10. ADIRAJADA BIMA : Anggota pendawa yang sangat kuat dan tangguh
11. ADITYA MAHYA : Matahari (surga) dan hidup
12. ADITYA NAUFAL DARY ABIYYU : Pemuda tampan yang arif bijaksana dan mulia jiwanya sehingga kelak dapat menjadi pemimpin
13. ADRIAN AKBAR : Pelaut yang besar
14. ADRIAN PRADIPTO : Anak pertama yang kaya raya
15. AHZA DANISH : Beruntung dan pintar
16. AIDAN SYAHM : Anak yg semangat, berakhlak mulia, cerdas dan supel
17. AFFAN NUR MAJID : Pendaki cahaya kemuliaan
18. AKMAL LATHIF KHALIFAH : Pemimpin yang sempurna dan lembut
19. ASYRAF RASYID QUTHB : Pemimpin yang mendapatkan petunjuk lebih mulia
20. BAHIR BATHLATHUN EL-BASIL : Pemuda rupawan dan pahlawan yang pemberani
21. BAHIR SHIRAJ ADDIEN : Pelita agama yang bersinar terang
22. BAHTIAR JEFRY HUSNI : Tanah perdamaian yang kaya dan indah
23. BAKRIE MUNIR JAUHAR : Permata yang bersinat di pagi hari
24. BUKHARI JAWAD KAMIL : Anak laki-laki yang pemurah dan sempurna seperti Imam Bukhari sang perawi Hadits
25. BUSTAN EL-RAIHAN MAHFUZH : Pohon yang wangi dan terpelihara di taman
26. DAFFA IBNU HAFIDZ : Anak laki-laki yang memelihara sesuatu dan memiliki pertahanan diri
27. DAHLAN ZAINUL ARIFIN : Orang yang baik, bijaksana dan memiliki kelebihan
28. DANY FAYYADHI ZHAFAR : Orang yang dekat dengan kemenangan yang mulia
29. DARU SYARIF FIRDAUS : Orang yang terhormat dan mulia memiliki tempat yang damai di surga
30. DHIRGHAM HAIDAR ARHAB : Singa pemberani yang berfikir tajam
31. DZAKIR KHAFADI : Penghafal Al-Qur'an yang memiliki daya ingat kuat
32. DZAKY ALMAIR JAMIL : Pangeran yang tampan dan cerdas
33. FADHIL SAADI ZAHID : Anak laki-laki yang mulia, bijaksana dan rendah hati
34. FADHIL YAQDAN NASRULLAH : Orang yang terjaga kebaikannya akan mendapat pertolongan Allah
35. FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY : Kebanggaan orang yang menang dalam kebaikan
36. FARID ATALLAH : Karunia Allah yang tidak ada bandingnya
37. FIKRI NAKHLA RAFIE : Orang besar dan pandai yang memiliki cita-cita tinggi
38. GHAFAR ARIEF : Anak laki-laki yang suka memaafkan dan bijaksana
39. GHALY SAAD RIFAI : Anak laki-laki yang berharga, bijaksana dan tinggi martabatnya
40. GHANY YAZID KHAIRY : Kekayaan yang semakin bertambah adalah kebaikan
41. GHAZY GHALIBIE : Prajurit yang menang
42. GHUFRON SAJADI TAISIR : Anak laki-laki yang bersujud kepada Allah mendapat pengampunan dan kemudahan
43. HAIL QURUNUL BAHRI : Mutiara laut yang luar biasa
44. HAMDANI KHAFIE NAJIH : Pujian yang tersembunyi sebagai anugerah sebuah petunjuk
45. HANIF ABBAD : Muslim yang teguh dan tekun beribadah
46. HARUN ABDURRAHMAN : Semoga seperti Nabi Harun hamba dari Allah yang maha pengasih
47. HAUZAN IRHAB NABIL : Manusia yang berfikir tajam dan terhormat
48. HAZIM ZHAFRAN : Orang yang menang adalah yang berkemauan keras
49. HELMI YAQDHAN : Orang yang sabar dan berakal dan selalu terjaga
50. HILAL ABIYU JAMAIL : Bulan sabit yang indah dan mulia
51. IHSAN JALALUDDIN : Kebaikan dan keluhuran agama
52. IKHWAN MARUF YAFIE : Laki-laki baik yang tinggi dan terhormat
53. ILHAM AYADI : Isyarat yang baik dari sesuatu yang dapat menguatkan
54. IQBAL ARKAB GHAFUR : Anak laki-laki yang sejahtera dan memiliki hati yang lapang serta suka memaafkan
55. IRFAN YUSRAN : Anak laki-laki yang memiliki pengetahuan dan kekayaan
56. ISTADZ MUNIB : Guru yang berada di jalan Allah
57. JABAR ASYAMIE : Pemimpin mulia yang memiliki kekuatan dan kekuasaan
58. JABIR FAKHRUDDIN : Pembaharu yang agung sebagai kebanggaan agama
59. JAFAR SHAFWAN FIRDAUS : Bagaikan sungai yang jernih di surga Firdaus
60. JALIL SYARIF FAWWAZI : Laki-laki terhormat yang memiliki kekuasaan besar dan keberuntungan
61. JAMALUDDIN FARID : Keindahan agama yang tidak ada bandingnya
62. JAMIL ALAWI QODAMA : Semoga seperti keturunan Ali bin abi Thalib yang tampan dan pemberani
63. KAFIE EL-AZZAM : Kemauan kuat yang sempurna
64. KAMAL IZZUDDIN BAHAR : Kesempurnaan dan kemuliaan agama yang berkilauan
65. KAMIL AHSAN EL-JUNDI : Prajurit yang sempurna kebaikannya
66. KAZHIM ZAINAL ARIEF : Orang yang dapat mengekang amarah, baik dan bijaksana
67. KHAFID NUMAN RIFAI : Laki-laki penghafal Al-Quran sebagai anugerah hidup yang tinggi
68. KHALIL ZAYAN : Sahabat yang dapat dipercaya sangat elok wajahnya
69. LATHIEF AKMAL EL-AZZAM : Laki-laki yang memiliki kelembutan dan kemauan kuat yang lebih sempurna
70. LUQMAN HAKIM AYYASI : Mudah-mudahan seperti Luqman yang bijaksana dan berumur panjang
71. MAJID FAKHRUDDIN : Anak laki-laki yang berbudi luhur yang merupakan kebanggaan agama
72. MALKA SYARIEF FIRDAUS : Tempat bertemunya orang yang mulia dan terhormat adalah di surga Firdaus
73. MIRZA UKAIL : Anak laki-laki yang baik dan pandai
74. MUHSIN TAMAM : Laki-laki yang berbuat kebaikan dengan sempurna
75. MUNADHIL ISMAN HALIM : Suami setia yang menolong dengan penuh kelembutan dan kesabaran
76. NABHAN ZULFADHLI : Anak laki-laki yang mulia dan mempunyai banyak kelebihan
77. NABIHAN KHALIQ : Anak laki-laki yang mulia dan kreatif
78. NABIL FAYADH : Anak laki-laki yang cerdik dan murah hati
79. NAZRAN SAADUDDIN : Visi agama yang membahagiakan
80. NUWAIR BADRUN : Anak laki-laki yang bagaikan cahaya bulan purnama
81. QAID JAMIL : Panglima perang yang tampan
82. QARY AHNAF : Pembaca Al-Qur'an yang memiliki keteguhan iman yang lebih
83. QUTHBIE ZAYAN : Pemimpin yang sangat elok wajahnya
84. RAFI AHMAD : Anak laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terpuji
85. RAFIQI HAMLAN : Sahabat yang mandiri
86. RAIF ANAQIE : Sang penyayang yang indah menawan hati
87. RAIHAN MAWARDI KHALIS : Air mawarku yang wangi dan suci
88. RAMADHAN AHNAF : Bulan Ramadhan yang penuh dengan keteguhan iman
89. RIYAD JINAN FAYI : Taman surga yang wangi
90. RUZAIN ANWAR : Tempat yang tentram dan bercahaya
91. SABQIE HAMZAH AZIB : Keutamaanku adalah kebijaksanaan dan kesabaran
92. SAFARAZ AKMA FADHIL : Anak laki-laki yang terhormat sebagai pemimpin yang mulia
93. SAFWAN HASNAWI : Anak laki-laki dari keturunan mulia yang bersih dan penuh keikhlasan
94. SAHLAN IMRAN JAZLI : Anak laki-laki yang memiliki kemudahan budi bahasa dan fasih
95. TAHSIN AGHA AFKAR : Anak laki-laki pemimpin yang mampu melakukan perubahan kebijakan
96. THARIQ ANWAR KARIM : Bintang fajar yang memancarkan cahaya kemuliaan
97. TSAMIN FARID ADDIN : Permata agama yang sangat bernilai
98. TSANY ASMAR BANU : Putra kedua yang hitam manis
99. UMAR MUSLIM FAWWAZ : Pemimpin muslim yang selalu beruntung
100. UMRAN SAID FAUZAN : Anak laki-laki yang tumbuh dengan penuh kebahagiaan dan kemenangan
101. WAFRIE BANU AKMAL : Kekayaanku adalah anak yang sempurna
102. WAZIFUL KHALIL : Anak laki-laki kesayangan yang tekun dan gigih
103. WAZNI HAKAM : Hakim bijaksana yang menimbang secara adil
104. YAFIQ ANNADIM RAFIF : Pendamping yang mulia dan berakhlak baik
105. YAQDHAN RAKHA ASSAID : Anak laki-laki waspada yang memiliki kehidupan yang enak dan bahagia
106. YAZDAN SHAHIB RAKI : Belas kasih sahabat yang menundukkan kepala
107. ZULFAN AZHAR RAIHAN : Taman yang penuh bunga-bunga mewangi
108. ZULMI IKHWAN KHAIRI : Anak laki-laki yang sabar dan sopan adalah saudara yang baik
2. ABDUH HUBBU SYARIF : Hamba Allah yang mencintai kemuliaan
3. ABID AQILA PRANAJA : Anak laki-laki yg berakal dan ahli ibadah
4. ABINAYA BASUPATI : Semangat dan tak takut mati
5. ABRAHAM ALEXI PRATAMA : Putra pertama yang bisa menjadi bapak buat banyak orang, menjadi pembela dan pelindung bagi smua orang
6. ABYAN NANDANA : Anak laki-laki yang bisa menjelaskan secara jelas
7. ABU DZAR AL-GHIFARI : Anak laki-laki yang selalu memaafkan bagikan debu yang beterbangan
8. ADDAR QUTHNI POLDI : Seorang imam perawi hadits yang sangat berani
9. ADHYASTHA PRASRAYA MAHANIPUNA : Pemimpin yang sangat pintar namun rendah hati
10. ADIRAJADA BIMA : Anggota pendawa yang sangat kuat dan tangguh
11. ADITYA MAHYA : Matahari (surga) dan hidup
12. ADITYA NAUFAL DARY ABIYYU : Pemuda tampan yang arif bijaksana dan mulia jiwanya sehingga kelak dapat menjadi pemimpin
13. ADRIAN AKBAR : Pelaut yang besar
14. ADRIAN PRADIPTO : Anak pertama yang kaya raya
15. AHZA DANISH : Beruntung dan pintar
16. AIDAN SYAHM : Anak yg semangat, berakhlak mulia, cerdas dan supel
17. AFFAN NUR MAJID : Pendaki cahaya kemuliaan
18. AKMAL LATHIF KHALIFAH : Pemimpin yang sempurna dan lembut
19. ASYRAF RASYID QUTHB : Pemimpin yang mendapatkan petunjuk lebih mulia
20. BAHIR BATHLATHUN EL-BASIL : Pemuda rupawan dan pahlawan yang pemberani
21. BAHIR SHIRAJ ADDIEN : Pelita agama yang bersinar terang
22. BAHTIAR JEFRY HUSNI : Tanah perdamaian yang kaya dan indah
23. BAKRIE MUNIR JAUHAR : Permata yang bersinat di pagi hari
24. BUKHARI JAWAD KAMIL : Anak laki-laki yang pemurah dan sempurna seperti Imam Bukhari sang perawi Hadits
25. BUSTAN EL-RAIHAN MAHFUZH : Pohon yang wangi dan terpelihara di taman
26. DAFFA IBNU HAFIDZ : Anak laki-laki yang memelihara sesuatu dan memiliki pertahanan diri
27. DAHLAN ZAINUL ARIFIN : Orang yang baik, bijaksana dan memiliki kelebihan
28. DANY FAYYADHI ZHAFAR : Orang yang dekat dengan kemenangan yang mulia
29. DARU SYARIF FIRDAUS : Orang yang terhormat dan mulia memiliki tempat yang damai di surga
30. DHIRGHAM HAIDAR ARHAB : Singa pemberani yang berfikir tajam
31. DZAKIR KHAFADI : Penghafal Al-Qur'an yang memiliki daya ingat kuat
32. DZAKY ALMAIR JAMIL : Pangeran yang tampan dan cerdas
33. FADHIL SAADI ZAHID : Anak laki-laki yang mulia, bijaksana dan rendah hati
34. FADHIL YAQDAN NASRULLAH : Orang yang terjaga kebaikannya akan mendapat pertolongan Allah
35. FAKHRIE ZHAFRAN KHAIRY : Kebanggaan orang yang menang dalam kebaikan
36. FARID ATALLAH : Karunia Allah yang tidak ada bandingnya
37. FIKRI NAKHLA RAFIE : Orang besar dan pandai yang memiliki cita-cita tinggi
38. GHAFAR ARIEF : Anak laki-laki yang suka memaafkan dan bijaksana
39. GHALY SAAD RIFAI : Anak laki-laki yang berharga, bijaksana dan tinggi martabatnya
40. GHANY YAZID KHAIRY : Kekayaan yang semakin bertambah adalah kebaikan
41. GHAZY GHALIBIE : Prajurit yang menang
42. GHUFRON SAJADI TAISIR : Anak laki-laki yang bersujud kepada Allah mendapat pengampunan dan kemudahan
43. HAIL QURUNUL BAHRI : Mutiara laut yang luar biasa
44. HAMDANI KHAFIE NAJIH : Pujian yang tersembunyi sebagai anugerah sebuah petunjuk
45. HANIF ABBAD : Muslim yang teguh dan tekun beribadah
46. HARUN ABDURRAHMAN : Semoga seperti Nabi Harun hamba dari Allah yang maha pengasih
47. HAUZAN IRHAB NABIL : Manusia yang berfikir tajam dan terhormat
48. HAZIM ZHAFRAN : Orang yang menang adalah yang berkemauan keras
49. HELMI YAQDHAN : Orang yang sabar dan berakal dan selalu terjaga
50. HILAL ABIYU JAMAIL : Bulan sabit yang indah dan mulia
51. IHSAN JALALUDDIN : Kebaikan dan keluhuran agama
52. IKHWAN MARUF YAFIE : Laki-laki baik yang tinggi dan terhormat
53. ILHAM AYADI : Isyarat yang baik dari sesuatu yang dapat menguatkan
54. IQBAL ARKAB GHAFUR : Anak laki-laki yang sejahtera dan memiliki hati yang lapang serta suka memaafkan
55. IRFAN YUSRAN : Anak laki-laki yang memiliki pengetahuan dan kekayaan
56. ISTADZ MUNIB : Guru yang berada di jalan Allah
57. JABAR ASYAMIE : Pemimpin mulia yang memiliki kekuatan dan kekuasaan
58. JABIR FAKHRUDDIN : Pembaharu yang agung sebagai kebanggaan agama
59. JAFAR SHAFWAN FIRDAUS : Bagaikan sungai yang jernih di surga Firdaus
60. JALIL SYARIF FAWWAZI : Laki-laki terhormat yang memiliki kekuasaan besar dan keberuntungan
61. JAMALUDDIN FARID : Keindahan agama yang tidak ada bandingnya
62. JAMIL ALAWI QODAMA : Semoga seperti keturunan Ali bin abi Thalib yang tampan dan pemberani
63. KAFIE EL-AZZAM : Kemauan kuat yang sempurna
64. KAMAL IZZUDDIN BAHAR : Kesempurnaan dan kemuliaan agama yang berkilauan
65. KAMIL AHSAN EL-JUNDI : Prajurit yang sempurna kebaikannya
66. KAZHIM ZAINAL ARIEF : Orang yang dapat mengekang amarah, baik dan bijaksana
67. KHAFID NUMAN RIFAI : Laki-laki penghafal Al-Quran sebagai anugerah hidup yang tinggi
68. KHALIL ZAYAN : Sahabat yang dapat dipercaya sangat elok wajahnya
69. LATHIEF AKMAL EL-AZZAM : Laki-laki yang memiliki kelembutan dan kemauan kuat yang lebih sempurna
70. LUQMAN HAKIM AYYASI : Mudah-mudahan seperti Luqman yang bijaksana dan berumur panjang
71. MAJID FAKHRUDDIN : Anak laki-laki yang berbudi luhur yang merupakan kebanggaan agama
72. MALKA SYARIEF FIRDAUS : Tempat bertemunya orang yang mulia dan terhormat adalah di surga Firdaus
73. MIRZA UKAIL : Anak laki-laki yang baik dan pandai
74. MUHSIN TAMAM : Laki-laki yang berbuat kebaikan dengan sempurna
75. MUNADHIL ISMAN HALIM : Suami setia yang menolong dengan penuh kelembutan dan kesabaran
76. NABHAN ZULFADHLI : Anak laki-laki yang mulia dan mempunyai banyak kelebihan
77. NABIHAN KHALIQ : Anak laki-laki yang mulia dan kreatif
78. NABIL FAYADH : Anak laki-laki yang cerdik dan murah hati
79. NAZRAN SAADUDDIN : Visi agama yang membahagiakan
80. NUWAIR BADRUN : Anak laki-laki yang bagaikan cahaya bulan purnama
81. QAID JAMIL : Panglima perang yang tampan
82. QARY AHNAF : Pembaca Al-Qur'an yang memiliki keteguhan iman yang lebih
83. QUTHBIE ZAYAN : Pemimpin yang sangat elok wajahnya
84. RAFI AHMAD : Anak laki-laki yang memiliki kedudukan yang tinggi dan terpuji
85. RAFIQI HAMLAN : Sahabat yang mandiri
86. RAIF ANAQIE : Sang penyayang yang indah menawan hati
87. RAIHAN MAWARDI KHALIS : Air mawarku yang wangi dan suci
88. RAMADHAN AHNAF : Bulan Ramadhan yang penuh dengan keteguhan iman
89. RIYAD JINAN FAYI : Taman surga yang wangi
90. RUZAIN ANWAR : Tempat yang tentram dan bercahaya
91. SABQIE HAMZAH AZIB : Keutamaanku adalah kebijaksanaan dan kesabaran
92. SAFARAZ AKMA FADHIL : Anak laki-laki yang terhormat sebagai pemimpin yang mulia
93. SAFWAN HASNAWI : Anak laki-laki dari keturunan mulia yang bersih dan penuh keikhlasan
94. SAHLAN IMRAN JAZLI : Anak laki-laki yang memiliki kemudahan budi bahasa dan fasih
95. TAHSIN AGHA AFKAR : Anak laki-laki pemimpin yang mampu melakukan perubahan kebijakan
96. THARIQ ANWAR KARIM : Bintang fajar yang memancarkan cahaya kemuliaan
97. TSAMIN FARID ADDIN : Permata agama yang sangat bernilai
98. TSANY ASMAR BANU : Putra kedua yang hitam manis
99. UMAR MUSLIM FAWWAZ : Pemimpin muslim yang selalu beruntung
100. UMRAN SAID FAUZAN : Anak laki-laki yang tumbuh dengan penuh kebahagiaan dan kemenangan
101. WAFRIE BANU AKMAL : Kekayaanku adalah anak yang sempurna
102. WAZIFUL KHALIL : Anak laki-laki kesayangan yang tekun dan gigih
103. WAZNI HAKAM : Hakim bijaksana yang menimbang secara adil
104. YAFIQ ANNADIM RAFIF : Pendamping yang mulia dan berakhlak baik
105. YAQDHAN RAKHA ASSAID : Anak laki-laki waspada yang memiliki kehidupan yang enak dan bahagia
106. YAZDAN SHAHIB RAKI : Belas kasih sahabat yang menundukkan kepala
107. ZULFAN AZHAR RAIHAN : Taman yang penuh bunga-bunga mewangi
108. ZULMI IKHWAN KHAIRI : Anak laki-laki yang sabar dan sopan adalah saudara yang baik





Categories :
AmirNet

.jpg)



.jpg)
